Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) Diresmikan dan Sederet Fasilitas Yang Bisa Dinikmati Pengunjung -->

Header Menu

Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) Diresmikan dan Sederet Fasilitas Yang Bisa Dinikmati Pengunjung

Minggu, 15 Januari 2023


SALATIGA,MATALENSANEWS.com-Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) atau yang juga dikenal dengan nama Taman Wisesa, merupakan salah satu Destinasi wisata baru yang telah hadir di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), di awal tahun 2023 ini.


Taman Wisesa pembangunannya menelan biaya mencapai Rp4,8 miliar itu diresmikan pada hari Sabtu (14/1/2023), nampak berdiri Tiga patung pahlawan nasional asal Salatiga.


Selain itu, juga ada miniatur pesawat tempur, kapal perang, dan tank. Di lokasi tersebut juga berdiri ruang display yang berisi tentang perkembangan sejarah di Kota Salatiga. Selain itu, di lokasi tersebut juga turut didirikan sentra UMKM untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin bersantap seusai berkeliling di taman seluas 3,5 hektare tersebut.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Valentino, menyebut pembangunan TWSS menggunakan anggaran tahun 2022 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).


“Swadaya masyarakat yang juga mengambil peran dalam pembangunan. Pembangunan 5 bulan lebih cepat dari kontraknya 6 bulan,” ungkap Valentino.


Pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga semakin memperteguh status Kota Salatiga sebagai kota tertua dan bersejarah di Indonesia. Selain itu, taman ini juga sebagai wujud menghargai jasa para pahlawan, terutama yang berasal dari Kota Salatiga yakni Brigjen Soedarto, Marsekal Muda Agustinus Adisutjipto, dan Laksamana Muda TNI Yosaphat Soedarso, terangnya.


Valentino juga berharap berdirinya TWSS bisa menumbuhkan kawasan ekonomi baru di Salatiga, terutama di wilayah Nogosari, Kelurahan Bugel. “Untuk memecah keramaian dengan adanya pertumbuhan ekonomi untuk warga sekitar,” harapnya.


Valentino menyebut fasilitas di TWSS cukup lengkap, antara lain Pusat Informasi Tourism, masjid, toilet, wisata kuliner, dan tempat untuk berswa foto. “Sebagai syarat validasi dari Kemenparekraf, bangunan ekonomi kreatif sebagai tempat promosi dan berjualan juga harus melibatkan komunitas masyarakat,” jelasnyaa.


Peresmian TWSS turut dimeriahkan dengan sejumlah pertunjukan seni dan konser. Tak hanya itu, di lokasi tersebut juga digelar dengan festival kuliner yang menampilkan jajanan khas Salatiga.


Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sineong N. Rachmadi, berharap taman wisata itu bisa segera dilanjutkan sekaligus bisa memberikan manfaat bagi warga. “Pelibatan masyarakat sekitar di Nogosari, terutama masyarakat di Bugel dan Sekitarnya. Itu yang harus ada akomodasi atau peran yang bisa kita akses sebagai kesempatan dibandingkan yang lain,” kata Sinoeng.(GT)