Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 04 Agustus 2026, 9:58:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-04T14:58:49Z
BERITA UMUMNEWS

Gerhana Matahari Total 13 Agustus 2026 Tak Bisa Disaksikan dari Indonesia, Ini Wilayah yang Dilintasi Jalur Totalitas

Advertisement


JAKARTA|
MATALENSANEWS.COM – Fenomena gerhana matahari total akan kembali menghiasi langit dunia pada Agustus 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan tahun ini. Gerhana diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB.


Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga menutupi seluruh piringan Matahari bagi wilayah yang berada di jalur totalitas. Akibatnya, langit di siang hari akan berubah gelap menyerupai senja selama beberapa saat.


Peristiwa ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 100 tahun, daratan utama Spanyol kembali dilintasi jalur gerhana matahari total. Kondisi tersebut menjadikan Spanyol sebagai salah satu lokasi favorit bagi para astronom maupun wisatawan untuk menyaksikan fenomena langit tersebut.


Jalur totalitas gerhana akan melintasi sebagian Greenland, Islandia, sebagian besar Samudra Atlantik, hingga memasuki wilayah Spanyol. Sementara itu, sejumlah kawasan di Eropa, Afrika bagian utara, dan Amerika Utara hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.


Gerhana dimulai di dekat Kutub Utara sebelum bayangan inti Bulan (umbra) bergerak ke arah selatan dengan lintasan sekitar 8.260 kilometer dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Sebagian besar perjalanan bayangan Bulan berlangsung di atas Samudra Atlantik yang minim daratan.


Durasi totalitas terlama diperkirakan mencapai sekitar dua menit 18 detik dan terjadi di lepas pantai barat Islandia. Setelah itu, bayangan Bulan bergerak menuju sebagian kecil wilayah Portugal sebelum melintasi Spanyol.


Karena berlangsung menjelang Matahari terbenam, durasi totalitas di Spanyol diperkirakan hanya sekitar satu menit sebelum gerhana berakhir di kawasan Laut Mediterania.


Fenomena ini juga semakin menarik karena bertepatan dengan puncak hujan meteor Perseid serta kesempatan mengamati parade enam planet di langit malam. Kombinasi sejumlah fenomena astronomi tersebut menjadikan Agustus 2026 sebagai salah satu periode terbaik bagi para pencinta astronomi.


Gerhana matahari total Agustus 2026 juga menjadi pembuka menuju gerhana matahari total berikutnya pada tahun 2027 yang diprediksi lebih spektakuler. Jalur gerhana 2027 diperkirakan membentang dari Spanyol hingga Afrika Utara dan Timur Tengah, dengan durasi totalitas mencapai sekitar enam setengah menit.


Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari total Agustus 2026. Saat fenomena berlangsung, wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang tidak menghadap Matahari sehingga seluruh tahapan gerhana berada di bawah horizon dan tidak terlihat dari seluruh wilayah Indonesia.


Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung yang diselenggarakan berbagai observatorium dan lembaga astronomi internasional sehingga tetap bisa menikmati salah satu peristiwa langit paling langka pada tahun 2026.(GT)