Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 07 September 2026, 5:13:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-07T10:13:23Z
BERITA PERISTIWANEWS

Viral Tawuran Dua Pelajar Bawa Celurit di Jalan Solo-Semarang Boyolali, Polisi Amankan Keduanya

Advertisement


BOYOLALI|MATALENSANEWS.COM — Video yang memperlihatkan dua pelajar terlibat perkelahian dengan membawa senjata tajam (sajam) di Jalan Solo-Semarang, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, viral di media sosial. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengungkap identitas serta mengamankan kedua pelajar tersebut.


Dalam video yang beredar, dua remaja laki-laki tampak berhadapan sambil membawa senjata tajam berupa celurit panjang. Keduanya terlihat saling mengayunkan senjata dalam aksi perkelahian yang berlangsung di tepi Jalan Solo-Semarang.


Bahkan, dalam rekaman tersebut terlihat senjata yang digunakan keduanya bergesekan dengan permukaan aspal hingga menimbulkan percikan api.


Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra membenarkan bahwa polisi telah mengamankan kedua pelajar yang terlibat dalam aksi tersebut.


“Kami sudah mengamankan kedua pelajar tersebut bersama dengan barang bukti celurit panjang yang dipergunakan pada saat melakukan perkelahian,” kata Indra kepada wartawan saat ditemui di Alun-alun Kidul, Sabtu (5/9/2026) malam.


Menurut Indra, kedua pelajar tersebut berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda. Salah satunya merupakan siswa SMK di wilayah Kaliwungu, sedangkan seorang lainnya merupakan siswa SMP di Boyolali.


Keduanya juga masih berstatus sebagai anak di bawah umur.


Polisi Gandeng Dinas Pendidikan


Pasca-pengungkapan kasus tersebut, Polres Boyolali akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan langkah pencegahan agar aksi serupa tidak kembali terjadi.


Polisi juga berencana menggelar rapat bersama para kepala sekolah tingkat SMK, SMA, dan SMP di wilayah Kabupaten Boyolali.


Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar sekaligus meminimalkan potensi tawuran maupun tindakan negatif lainnya.


“Utamanya, sekolah bisa memberikan sanksi yang tegas untuk pelajar yang terindikasi melakukan aksi tawuran atau kegiatan negatif yang lain. InsyaAllah, nanti Senin akan kami rilis secara lengkap dan menghadirkan dari dinas pendidikan dan stakeholder terkait,” ujar Indra.


Video Tawuran Viral di Media Sosial


Sebelumnya, video yang memperlihatkan dua remaja diduga terlibat tawuran di wilayah Kecamatan Ampel tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.


Video itu diunggah akun Instagram @blusukanampel pada Jumat (4/9/2026) dan kemudian dibagikan secara kolaboratif dengan sejumlah akun informasi lokal Boyolali dan sekitarnya.


Dalam waktu sekitar 30 menit setelah diunggah, video tersebut disebut telah memperoleh sekitar 2.200 tanda suka, 128.000 tayangan, serta 184 komentar.


Admin akun @blusukanampel menyebut informasi mengenai video tersebut diperoleh dari salah seorang pengikut. Rekaman itu sebelumnya sempat diunggah oleh akun Instagram @stmbarkab.a3, tetapi kemudian dihapus.


Admin @blusukanampel kemudian mengunggah kembali video tersebut sebagai bentuk pengingat sekaligus imbauan agar aksi serupa tidak kembali dilakukan.


Dalam keterangan unggahan, masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Ampel. Para pelajar juga diimbau menghindari tawuran dan segala bentuk kekerasan, termasuk membawa benda yang dapat membahayakan orang lain.


Orang tua dan pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan perhatian serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak.


Diduga Terjadi di Jalan Solo-Semarang


Admin Blusukan Ampel, Nanang, mengatakan lokasi dalam video diduga berada di Jalan Solo-Semarang, Kecamatan Ampel.


Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada kondisi lokasi yang terlihat dalam rekaman. Menurut Nanang, kawasan tersebut merupakan jalur yang ramai dilalui masyarakat dari berbagai daerah.


“Kalau melihat masih ada perbaikan Jembatan Mitiran, berarti masih baru-baru ini,” kata Nanang saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).


Nanang menyayangkan aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh remaja dan diduga membawa nama sekolah.


Ia berharap pengungkapan oleh kepolisian dapat menjadi pembelajaran bagi para pelajar lainnya agar tidak melakukan tindakan serupa.


Dengan diamankannya kedua pelajar tersebut, kepolisian selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan sekolah, guna menentukan langkah pembinaan serta pencegahan agar aksi tawuran pelajar tidak kembali terjadi di wilayah Boyolali.(Goent)