Advertisement
MAGELANG, MatalensaNews.com – Ketua RT dan RW di Kota Magelang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan masyarakat di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi warga, tetapi juga menyangkut kemampuan pengurus lingkungan membaca dinamika sosial di wilayahnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kondisi wilayah yang aman dan kondusif sangat bergantung pada hubungan baik serta komunikasi antarwarga. Karena itu, komunikasi di tingkat lingkungan hingga antarkelurahan perlu terus dijaga.
Hal tersebut disampaikan Damar seusai menyerahkan honorarium kegiatan stabilitas keamanan kepada seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Magelang di Magersari, Senin (21/9/2026).
“Ketua RT dan RW ikut menjaga komunikasi dan kebersamaan di lingkungan masing-masing. Supaya antarkelurahan ini betul-betul bisa bersilaturahim, menyatu,” kata Damar.
Menurutnya, kehidupan bermasyarakat harus dilandasi semangat guyub rukun. Untuk mewujudkannya, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat bersama para pemangku wilayah, termasuk para Ketua RT dan RW sebagai pihak yang berada paling dekat dengan warga.
Damar menilai kedekatan tersebut membuat pengurus lingkungan memiliki posisi strategis dalam memahami berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat, pengurus lingkungan harus memahami dinamika di wilayahnya. Kepekaan terhadap persoalan warga akan membantu mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan sehari-hari,” ujarnya.
Selain keamanan dan kerukunan, Damar juga menyoroti persoalan kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama di tingkat lingkungan. Salah satu isu strategis yang disebutnya adalah pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC).
Menurut Damar, upaya pencegahan dan pengendalian TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan maupun pemerintah. Kewaspadaan juga perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Harapannya kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan ini dimulai langsung dari tingkat keluarga,” katanya.
Ia menilai peran Ketua RT dan RW dapat membantu memperkuat kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan kesehatan. Dengan komunikasi yang baik, informasi terkait kondisi warga maupun potensi persoalan kesehatan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Di sisi lain, Damar juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pelayanan birokrasi pemerintah. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Apapun pelayanan pemerintah itu ending-nya adalah public trust. Bagaimana masyarakat itu percaya kepada kita,” pungkasnya.
Damar berharap para Ketua RT dan RW dapat terus menjalankan perannya sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu pelayanan administrasi, pengurus lingkungan diharapkan aktif membangun komunikasi, menjaga kerukunan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.(Sofie Rahmawati)

