Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 02 Oktober 2026, 1:51:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-02T06:51:45Z
BERITA TNINEWS

27 Pamen Kodam IV/Diponegoro Naik Pangkat, Pangdam: Bukan Sekadar Perubahan Tanda Kepangkatan

Advertisement


SEMARANG
 |MATALENSANEWS.COM– Sebanyak 27 Perwira Menengah (Pamen) Kodam IV/Diponegoro resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kedewasaan berpikir, tanggung jawab, serta kualitas pengabdian.


Pesan tersebut disampaikan Pangdam saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Menengah Kodam IV/Diponegoro di Balai Diponegoro, Semarang, Kamis (1/10/2026).


Dari 27 Pamen yang memperoleh kenaikan pangkat, sebanyak tujuh personel naik menjadi Kolonel, 15 personel menjadi Letnan Kolonel (Letkol), dan lima personel menjadi Mayor.


Dalam arahannya, Pangdam mengatakan kenaikan pangkat harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, kemampuan mengambil keputusan, serta semakin besarnya tanggung jawab yang diemban.


Menurutnya, kedewasaan seorang perwira tidak semata-mata ditentukan oleh usia. Kedewasaan justru tercermin dari bagaimana seorang prajurit berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.


" Kenaikan pangkat adalah berkah yang harus disyukuri, jadikan anugerah ini sebagai komitmen dalam melanjutkan setiap pengabdian," pesan Pangdam.



Ia menjelaskan, semakin tinggi pangkat seorang prajurit, semakin luas pula tuntutan kepemimpinan dan tanggung jawab yang harus dijalankan.


Perwira yang memasuki jenjang kepangkatan lebih tinggi dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan tugasnya sendiri, tetapi juga mengelola personel dan tanggung jawab dalam lingkup yang lebih luas.


Perubahan tersebut, lanjut Pangdam, antara lain terlihat dari pola kepemimpinan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara langsung atau face to face leadership, kemudian berkembang menjadi kemampuan mengelola personel, staf, satuan, dan berbagai tanggung jawab organisasi.


"Ketika seorang perwira memasuki jenjang kepangkatan yang lebih tinggi, tuntutan kepemimpinannya juga semakin besar. Ia tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dirinya sendiri, tetapi juga terhadap staf, prajurit yang dipimpin, satuan, hingga keluarganya," jelasnya.



Pangdam juga mengingatkan bahwa setiap prajurit dan perwira yang menerima amanah jabatan pada dasarnya telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan.


Karena itu, kenaikan pangkat diharapkan menjadi dorongan bagi para perwira untuk semakin matang dalam mengambil keputusan dan menghadirkan langkah-langkah yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun lingkungan sekitarnya.


"Harapan kita, dengan kenaikan pangkat ini saudara-saudara semakin dewasa dalam berpikir dan semakin bermanfaat bagi anggota, lingkungan maupun satuan," tegas Pangdam.


Selain memberikan penekanan terkait kepemimpinan dan tanggung jawab, Pangdam IV/Diponegoro juga memberikan penghargaan kepada keluarga prajurit, khususnya para istri.


Menurutnya, dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian seorang prajurit. Dukungan tersebut turut menjaga semangat prajurit dalam menjalankan tugas sekaligus mengembangkan karier dan tanggung jawab di lingkungan TNI AD.


Pangdam menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para istri serta keluarga para prajurit yang selama ini memberikan dukungan selama menjalankan tugas pengabdian.


Melalui kenaikan pangkat tersebut, Pangdam berharap para perwira tidak berhenti pada kebanggaan atas pangkat baru yang disandang. Sebaliknya, kenaikan pangkat harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, kedewasaan, tanggung jawab, dan pengabdian.


Pangkat yang lebih tinggi, kata Pangdam, membawa konsekuensi berupa amanah yang semakin besar. Semakin tinggi pangkat yang diberikan, semakin luas pula tanggung jawab seorang perwira dalam memimpin, membina, serta memberikan manfaat bagi organisasi, prajurit, keluarga, dan lingkungan di sekitarnya.(Goent)