Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 10 Oktober 2026, 5:00:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-10T10:27:32Z
BERITA PERISTIWANEWS

Pemilik Bengkel di Boyolali Ditembak Lima Kali oleh OTK, Proyektil Bersarang di Pipi Korban

Advertisement


BOYOLALI|MatalensaNews.com – Seorang pemilik bengkel bernama Panji Suherman (23), warga Kampung Ngrancah, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (10/10/2026) siang. Korban ditembak sebanyak lima kali hingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya dan harus dilarikan ke rumah sakit.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di bengkel milik korban yang berada di tepi Jalan Pandanaran, tepatnya di sebelah timur Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali.


Usai kejadian, korban mendapatkan pertolongan dan dibawa ke RSU Hidayah Boyolali untuk menjalani perawatan medis. Kondisinya dilaporkan stabil dan masih dalam keadaan sadar. Namun, satu proyektil masih bersarang di pipi kirinya sehingga korban harus menjalani tindakan medis.


Panji menuturkan, kejadian bermula ketika dirinya sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam di dalam bengkel. Tiba-tiba, seorang pria datang secara diam-diam dan menodongkan senjata yang diduga jenis airsoft gun.


“Saya lagi tiduran sambil main handphone, terus tiba-tiba ada yang datang diam-diam. Awalnya saya kira teman. Dia malah nodongin pistol, terus dia minta hape saya. Saya mau berdiri, malah saya ditembak,” kata Panji, Sabtu (10/10/2026).


Korban menduga pelaku meminta telepon genggamnya karena khawatir aksinya direkam. Namun, ketika Panji hendak berdiri untuk menyerahkan barang tersebut, pelaku justru melepaskan tembakan. Korban menduga pelaku mengira dirinya akan melakukan perlawanan.


“Ditembak lima kali, dor, dor, dor, langsung tanpa harus ngotak-atik senjatanya. Itu tembaknya pendek, tidak panjang,” ujarnya.


Lima Tembakan Mengenai Sejumlah Bagian Tubuh


Lima tembakan tersebut mengenai dada kiri, tangan kiri, hidung, pipi kiri, serta bagian belakang kepala sebelah kiri. Salah satu proyektil masih bersarang di pipi kiri korban.


Panji mengaku tidak mengenal pelaku dan merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun. Karena itu, ia menilai kemungkinan penembakan tersebut dilatarbelakangi motif dendam relatif kecil.


“Saya kira enggak ada motif dendam. Ini masih ada satu yang bersarang di pipi, semoga lekas ketangkap,” katanya.


Menurut Panji, orang pertama yang memberikan pertolongan adalah penjual soto yang berjualan di samping bengkelnya. Penjual tersebut membantu membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.


Berdasarkan keterangan korban, pelaku merupakan seorang pria yang mengenakan jaket, helm half face, dan penutup muka. Pelaku datang menggunakan sepeda motor matik berwarna putih, kemudian melarikan diri setelah melakukan penembakan.


Ayah korban, Mulyono (53), mengaku terkejut ketika menerima kabar bahwa anaknya menjadi korban penembakan. Ia langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi Panji.


“Kaget saya, ya namanya anak dikabari ditembak, saya terus langsung ke rumah sakit. Alhamdulillah anaknya dalam kondisi sadar,” kata Mulyono.


Polisi Periksa CCTV dan Kejar Pelaku


Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Menurutnya, terduga pelaku menggunakan senjata yang diduga berjenis airsoft gun dan melepaskan lima tembakan ke arah korban.


“Diduga dilakukan penembakan dengan senjata jenis airsoft gun. Pelaku menembak sebanyak lima kali, tembakan tersebut mengenai pipi bagian sebelah kiri, hidung, tangan, dada, dan bagian belakang kepala,” kata Indra.


Saat ini, Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku. Polisi memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.


Petugas juga telah melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.


Indra menjelaskan, polisi telah mengamankan tiga butir peluru gotri yang diduga berkaitan dengan senjata jenis airsoft gun yang digunakan pelaku.


“Barang bukti yang kami amankan ada tiga butir peluru gotri, yang biasanya digunakan dalam senjata jenis airsoft gun. Saat ini sedang ada operasi kecil kepada korban, karena ada peluru yang bersarang di pipi sebelah kiri,” ujarnya.


Kapolres menambahkan, kondisi korban saat ini dilaporkan stabil. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ada barang milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut.


Polisi masih mendalami motif penembakan dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksinya.(Goent)