Roy Suryo Kembali Jadi Sorotan, Sri Hartono: Hukum Alam Tinggal Menunggu Waktu

Roy Suryo Kembali Jadi Sorotan, Sri Hartono: Hukum Alam Tinggal Menunggu Waktu


SALATIGA, MATALENSANEWS.COM
– Persidangan boleh menjadi tempat menguji bukti dan menyampaikan argumentasi. Namun, bukan berarti siapa pun boleh merasa paling benar sebelum hakim menjatuhkan putusan. Sikap Roy Suryo saat Joko Widodo menunjukkan ijazahnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), menuai kritik dari Ketua Elbeha Barometer, Sri Hartono.

Sri Hartono menilai sikap Roy Suryo saat Jokowi maju ke hadapan majelis hakim sambil membawa ijazah untuk diperlihatkan justru tidak mencerminkan sikap seorang yang mengedepankan pendidikan dan penghormatan terhadap proses hukum.

Sorotan Sri Hartono tertuju pada reaksi Roy Suryo yang disebut tertawa dengan gestur mengejek, sembari melontarkan kalimat, "Wong palsu kok ditunjukkan."

Bagi Sri Hartono, pernyataan dan sikap tersebut terkesan mendahului keputusan hukum. Padahal, persoalan keaslian ijazah yang diperdebatkan masih menjadi bagian dari proses persidangan.

"Katanya orang berpendidikan, namun dari tingkah laku tidak mencerminkan itu," tandas Sri Hartono.

Ia mengingatkan, ruang sidang bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang paling lantang, paling yakin, atau merasa paling benar. Ada proses hukum yang harus dihormati, termasuk memberikan kesempatan kepada majelis hakim untuk memeriksa dan menilai bukti-bukti yang diajukan.

"Ini kan masih proses, namun Roy Suryo terkesan menghakimi dan mengatakan palsu. Harusnya menghormati hukum. Jangan cengar-cengir merasa paling suci dan benar begitu," terangnya.

Sri Hartono mengaku gerah melihat polemik yang terus bergulir. Menurut dia, perbedaan pendapat maupun kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar. Namun, tudingan yang belum terbukti seharusnya tidak disampaikan seolah-olah sudah menjadi keputusan final.

"Selalu buat gaduh dan fitnah. Karena semua masih dalam proses, harusnya menghormati proses yang berjalan," tandasnya.

Bahkan, Sri Hartono mempertanyakan kontribusi Roy Suryo bagi negeri di tengah berbagai polemik yang selama ini muncul. Ia menilai kegaduhan yang terus terjadi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saya yakin hukum alam tidak lama lagi akan menimpa Roy Suryo karena telah membuat gaduh negeri ini," pungkasnya.

Pada akhirnya, ruang sidang bukan tempat mencari tepuk tangan atau sekadar menunjukkan siapa yang paling percaya diri. Di sana, bukti yang diuji dan hakim yang memutuskan. Sebab, merasa paling benar tentu berbeda dengan terbukti benar.

Label: a, NASIONAL, NEWS,