Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Meninjau Tempat Karantina Bagi Pemudik Luar Kota -->

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Meninjau Tempat Karantina Bagi Pemudik Luar Kota

Saturday, April 4, 2020, April 04, 2020
Gubernur jateng Ganjar pranowo saat berada di desa Bejalan kec Ambarawa kab, Semarang 
Ungaran,MATALENSANEWS.com-Gubernur Jateng untuk meninjau tempat Karantina bagi warga pemudik dari luar kota,Kepala desa diminta bersiap untuk 'menyambut' pemudik dengan menyiapkan ruang isolasi. Nantinya perantau yang nekat mudik di masa pandemi Corona ini harus diisolasi 14 hari.


Acara yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 4 April 2020, di desa Bejalan kec Ambarawa kab, Semarang dihadiri oleh Gubernur jateng Ganjar pranowo, Camat ambarawa Suharnoto S Sos M,M, Kepala desa Bejalen, Danramil Ambarawa Kapten Romdoni F, Kapolsek ambarawa Iptu Komang karisma Sik dan Masyarakat Bejalen.

Gubernur jateng Ganjar pranowo dalam sambutannya merintahkan seluruh kepala desa di wilayahnya menyiapkan tempat isolasi khusus untuk menampung para pemudik. Nantinya, setiap perantau yang pulang kampung, wajib diisolasi di tempat khusus itu selama 14 hari.

Masih menurut Ganjar, "Dia menerima laporan beberapa desa yang sudah menyiapkan tempat karantina. Untuk membuktikan, Ganjar pun melakukan peninjauan dengan cara gowes keliling ke sejumlah desa".

Dua desa yang saya cek adalah Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru dan Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Di dua desa itu, Ganjar senang karena warga sudah menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pemudik.

Di Desa Ngrapah, warga memanfaatkan gedung olahraga sebagai tempat isolasi. Sementara di Desa Bejalen, disiapkan Balai Desa untuk itu. Saat saya datang, warga sedang bergotong-royong membersihkan dan menyiapkan tempat-tempat itu.

Tadi malam saya komunikasi dengan Kepala Gugus Tugas Covid-19 dan diminta menyiapkan daerah, terutama desa untuk membuat tempat khusus sebagai tempat isolasi bagi mereka yang baru pulang dari perantauan. Setelah itu, langsung saya perintahkan kepada seluruh kepala desa untuk menyediakan. Hari ini saya cek agar desa benar-benar serius melaksaakan ini.

Saya meminta seluruh kepala desa segera menyediakan tempat isolasi. Tidak perlu membangun gedung baru, kepala desa dapat mengoptimalkan gedung balai desa atau gedung pertemuan lain sebagai tempat isolasi itu. Nantinya, setiap perantau yang pulang kampung harus didata dan diisolasi selama 14 hari di tempat-tempat khusus tersebut. Apabila ada yang menolak, maka TNI/Polri diminta mengambil tindakan tegas.

Nanti kami bantu bagaimana cara mengelolanya. Kami juga sudah minta bantuan TNI/Polri untuk membantu melakukan penjagaan melalui Babinsa dan Babhinkamtibmas di desa-desa," tegasnya.

Selain kepada pemudik, Ganjar juga meminta seluruh kepala desa untuk mengamankan para lansia dan penyandang disabilitas di desanya masing-masing. Mereka yang termasuk kelompok rentan ini, harus diamankan terlebih dahulu dari dampak penyebaran covid-19.

Kalau perlu diisolasi dulu dan tidak boleh bertemu dengan keluarga yang baru pulang dari perantauan. Untuk kebutuhan mereka, desa bisa mencukupi menggunakan anggaran yang ada atau menggerakkan gotong-royong masyarakat. Buat lumbung pangan dan gerakkan kembali jimpitan,

Sampai saat ini, sudah ada 30 warga perantau yang mudik dibejalen mereka masih diwajibkan menjalani isolasi di rumah masing-masing.Setiap pemudik yang datang, langsung didatangi bidan dan Babinsa untuk dilakukan pengecekan. Yang sehat harus isolasi di rumah 14 hari, yang sakit langsung dibawa ke rumah sakit. Nanti setelah gedungsiap, maka seluruh perantau akan kami isolasi di gedung.(Tri/Guntur)

TerPopuler