Kota Salatiga Ada RW Tidak Mendapatkan Rp 15 juta, Yang Dialokasikan Untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) -->

Kota Salatiga Ada RW Tidak Mendapatkan Rp 15 juta, Yang Dialokasikan Untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19)

Saturday, May 16, 2020, May 16, 2020
Wali Kota Salatiga Yuliyanto, berharap agar dana Guyub RW digunakan untuk keperluan masyarakat."Mengingat sedang terjadi wabah Covid-19 saya meminta sebagian dana Guyub RW yang besarannya Rp 15 juta diperuntukkan untuk penanganan wabah tersebut,"
Salatiga,MATALENSANEWS.com-Kepala Badan Peneliti dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Sri Haryanto pernah mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk menyiapkan logistik warga yang tengah menjalani karantina terkait virus corona (Covid-19) di desa.

Hal ini berkenaan dengan instruksi pemerintah agar desa secara sukarela menyediakan rumah karantina bagi warga yang baru pulang dari luar negeri atau daerah tertentu.

"Karena dana desa juga bisa digunakan untuk penyiapan logistik ketika ada isolasi warga masyarakat,berarti harus menyiapkan dan untuk penangan logistik."

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Kota Salatiga membagikan dana guyub RW untuk 192 RW.Adapun besaran dana yang diterima setiap RW kisaran Rp 40 sampai Rp 50 juta.

"Sementara, Rp 15 juta dialokasikan untuk penanganan virus corona (Covid-19)." Indeks pembobotan masing-masing RW  didasarkan pada kepadatan penduduk dan jumlah RT,"terang Kabag Pemerintahan Setda Kota Salatiga Joko Wahono.

"Total anggaran hibah Guyub RW tahun anggaran 2020 sebesar Rp 8,1 miliar. Sementara yang diperuntukkan pencegahan penyebaran Covid-19 sebanyak Rp 2,8 miliar, sehingga total dana pembangunan fisik sederhana, pengelolaan ruang terbuka hijau, dan pengadaan sarana dan prasarana sosial kemasyarakatan di lingkup RW/RT sebesar Rp 5,3 miliar,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020).

Wali Kota Salatiga Yuliyanto, berharap agar dana Guyub RW digunakan untuk keperluan masyarakat."Mengingat sedang terjadi wabah Covid-19 saya meminta sebagian dana Guyub RW yang besarannya Rp 15 juta diperuntukkan untuk penanganan wabah tersebut," terangnya.

Selain itu,bantuan administrasi dan insentif kepada RT, RW, dan LPMK se-Kota Salatiga, tahun ini mengalami kenaikan.

“Insentif Ketua RT, Ketua RW dan Ketua Tim Penggerak PKK tahun ini naik Rp 250.000, sedangkan insentif Ketua LPMK naik Rp 400.000. Insentif yang dikirim melalui rekening ini sudah dipotong Pajak Penghasilan sebesar 6 persen. Untuk bantuan administrasi, diharapkan dapat membantu kegiatan di lingkungan RT dan RW," jelasnya.

"Tahun ini insentif Ketua RT, Ketua RW dan Ketua LPMK masing-masing sebesar Rp 1,4 juta."

Sedangkan, insentif Ketua Tim Penggerak PKK RT dan RW masing-masing sebesar Rp 500.000.Serta bantuan administrasi RT, RW, dan Kelompok PKK, masing-masing sebesar Rp 300.000.

"Insentif ini diberikan kepada 23 LPMK, 204 RW dan PKK RW, serta 1.100 RT dan PKK RT.
Total jumlah penerima sebanyak 2.631 orang yang dicairkan melalui 1.327 rekening dengan nilai keseluruhan Rp 3,2 miliar."

Foto : Arsyat Wahyudi selaku ketua RW 14, kelurahan Ledok,Kecamatan Argomulyo
kota Salatiga, saat berada di Posko Gugus Thgas COVID-19
Menurut Arsyat Wahyudi selaku ketua RW 14 kelurahan Ledok,Kecamatan Arhomulyo kota Salatiga, Jawa Tengah ,pembentukan Gugus Tugas COVID-19 untuk tingkat Rukun Warga (RW) guna meningkatkan penegakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tugasnya antara lain melakukan pencerahan kepada warga dari rumah ke rumah tentang bahaya wabah Corona atau COVID-19," gugus tugas tersebut juga akan berperan dalam pemantauan warga secara langsung terhadap penerapan PSBB di wilayahnya.

Pembentukan Gugus Tugas COVID-19 Tingkat RW telah dibahas bersama para pengurus RW di wilayah itu melalui rapat daring.Diharapkan Gugus Tugas COVID-19 Tingkat RW dapat memantau langsung warga yang memiliki tanda-tanda penyakit infeksi virus tersebut, kemudian menginformasikan kepada Puskesmas terdekat.

"Serta mengatur dan memberikan bantuan kepada masyarakat rentan ekonomi sosial dampak COVID-19," kata Arsyat Wahyudi.

Namun Arsyat menyayangkan untuk RW 14 kelurahan Ledok ini tidak mendapatkan Dana Guyup RW maupun insentif.Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah Kota Salatiga untuk penanganan masalah dampak COVID- 19 ini,minimal dana 15 jt yang diperuntukkan untuk penanganan wabah.Walaupun secara aturan RW 14 ini baru terbentuk belum ada 6 bulan, ungkapnya.(Guntur)




TerPopuler