Pasca Pandemi, Budaya Gotong Royong Oleh Warga Purwosari -->

Pasca Pandemi, Budaya Gotong Royong Oleh Warga Purwosari

Sunday, July 5, 2020, July 05, 2020
Suasana gotong royong warga Perum Purwosari, RT 04/RT 04, Kel. Bugel,Kec Sidorejo Kota Salatiga
Salatiga,MATALENSANEWS.com-Ditengah-tengah suasana keprihatinan yang tak kunjung usai dan akibat pandemi covid-19, ternyata secara spontan membangkitkan jiwa gotong royong pada masyarakat di wilayah Salatiga.

Hal ini nampak pada masyarakat yang membuka posko sembako gratis, pembagian nasi bungkus gratis serta ronda untuk menjaga lingkungan agar aman dari penularan cavid-19 dan tindak kejahatan pidana pencurian.

Tidak terkecuali masyarakat yang tinggal di Perum Purwosari, RT 04/RT 04, Kel. Bugel,Kec Sidorejo Kota Salatiga.Mereka secara gotong royong memilih membuat gardu siskamling, Minggu (5/7/20).

Tedy Haryono ketua RT 04/RT 04, Kel dan warga sekitar
Menurut Tedy Haryono selaku Ketua RT setempat, dana yang digunakan membangun gardu dengan ukuran 3x4 meter persegi tersebut,menelan dana sebesar  Rp.19,5 juta.adapun dana tersebut diperoleh dari iuran warga yang besarannya antara Rp.240 ribu - Rp.500 ribu.

Yang tidak kalah menarik,selain warga masing-masing kepala keluarga (KK) di kenakan iuran sukarela ,mereka tetap bergotong royong kerja bakti guyub rukun berbaur dengan penuh semangat membangun gardu terebut.

Gardu siskamping yang menempati tanah pinjaman milik Bos Toserba Niki Baru di Salatiga tersebut, sebenarnya sudah lama dicita-citakan oleh warga Perum Purwosari, RT 04/RT 04 ini.

Masih menurut Tedy,selaku ketua RT sangat bangga dan senang melihat warganya bergotong royong. Gardu yang sudah 80 persen pembangunannya ini benar-benar membuktikan simbol kebersamaan dan kepedulian warga dalam menyikapi wabah pandemi cavid 19.

Gotong royong sebagai budaya bangsa harus terus di tumbuh kembangkan melalui kehidupan sosial kemasyarakatan ditingkat RT, kata Muhartono SH,salah satu warga Perum Purwosari, RT 04/RT 04.

"Hal lain yang perlu kita acungi jempol, ibu-ibu dasa wiswa dan PKK secara bergantian menyediakan makanan dan minuman yang dibutuhkan bapak-bapak pada waktu gotong royong."

Sutiyono, yang mahir dalam pertukangan juga menyatakan kalau semua warga guyub rukun untuk gotong royong, maka lingkungan akan nampak indah dan asri.

Berbeda dengan pak Mulyono, menurutnya Pemerintah setempat harus memberikan stimulan dan memfasilitasi pembangunan di tingkat Rukun Tetangga.(Budi/Anden)

TerPopuler