Hari Jadi Korps Brigade Mobil (Brimob) -->

Hari Jadi Korps Brigade Mobil (Brimob)

Saturday, November 14, 2020, November 14, 2020


MATALENSANEWS.com-
Korps Brigade Mobil (Brimob) memperingati hari jadi mereka pada 14 November 2020. Sejarah berdirinya Brimob bermula sejak tahun 1943-1944 pada masa penjajahan Jepang.


Pada tahun itu, Jepang melakukan pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya.


Pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Inilah yang kemudian melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944.


Tokubetsu Keisatsutai beranggotakan para polisi muda dan pemuda polisi serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.


Tokubetsu Keisatsutai memiliki persenjataan yang lebih lengkap dari pada polisi biasa. Para calon anggotanya pun diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang.


Di setiap Karesidenan, pada akhir tahun 1944 telah dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsutai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang, tergantung pada situasi wilayah.


Kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan. Setiap Kompi Tokubetsu Keisatsutai dikomandani oleh orang yang berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu).


Saat Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, Komandan Tokubetsu Keisatsutai adalah Moehammad Jasin (ejaan baru: Muhammad Yasin). Benedict Anderson dalam Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946 (2006) menyebutnya dengan istilah Special Police Force atau “Polisi Istimewa" (hlm. 141).


Kemerdekaan RI yang dikumandangkan di Jakarta langsung direspons Jasin dari Surabaya beberapa hari berselang. Tanggal 21 Agustus 1945, Jasin menyatakan, Tokubetsu Keisatsutai beralih rupa menjadi Pasukan Polisi Republik Indonesia. Inilah cikal-bakal lahirnya Kepolisian Republik Indonesia.


Asvi Warman Adam dalam buku Menguak Misteri Sejarah (2010) menyebut pernyataan Jasin itu sebagai “proklamasi polisi Karesidenan Surabaya" yang mengakui bahwa mereka adalah “pegawai polisi Republik Indonesia yang berkewajiban menjunjung tinggi dan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan negara Republik Indonesia" (hlm. 56).


Setelah menyatakan Proklamasi Kepolisian, Polisi Istimewa memperbanyak dan menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai, dapat dibaca dan dapat dikunjungi orang.


Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, Polisi Istimewa juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.


Tindakan selanjutnya adalah mengganti pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan di Markas Polisi Istimewa kemudian berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.


Setelah setahun lebih Polisi Istimewa diproklamirkan, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobil (Brimob).


Pasukan paramiliter bernama Brimob ini setelah 1946 ikut serta dalam revolusi kemerdekaan Indonesia melawan tentara Belanda. Bahkan, mereka terjun dalam operasi militer memberantas pemberontakan dan operasi Trikora pembebasan Irian Barat. Jasin belakangan jadi Jenderal Polisi, Pahlawan Nasional dan ditahbiskan pula sebagai Bapak Brigade Mobil.


Selain Jasin, anggota Brimob yang jadi Pahlawan adalah Karel Satsuit Tubun—yang gugur oleh berondongan pasukan G30S ketika menjaga rumah Wakil Perdana Menteri Johannes Leimena.


Para mantan Polisi Istimewa itu dimasukkan dalam Brigade Mobil, unit paramiliter yang ulang tahun resminya bukan 21 Agustus. Brimob hanya diingat sebagai pasukan bersenjata polisi yang didirikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada 14 November 1945.(Red)


TerPopuler