Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


 





 


Rabu, 07 Juli 2021, 10:25:00 AM WIB
Last Updated 2021-07-07T03:25:58Z
NEWRegional

Kunjungi Boyolali, Kapolda dan Pangdam IV Diponegoro Minta Masyarakat Tetap di Rumah Bila Tidak Ada Kepentingan Yang Kritikal

Advertisement


Boyolali,MATALENSANEWS.com- Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dan Kapolda Jateng laksanakan kunjungan ke Kabupaten Boyolali untuk memastikan pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah tersebut berjalan dengan baik, Rabu (7/7/2021).


Perkembangan covid-19 di Boyolali sempat mengalami kenaikan namun sejak kemarin angka tersebut turun. Pangdam IV Diponegoro mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dengan beberapa pihak untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan didalamnya agar pelaksaan PPKM Darurat bisa lebih maksimal.


“Saya bersama Kapolda sekali lagi menghimbau pada masyarakat untuk menahan diri selama 2 minggu, kalo tidak penting saya sarankan tinggal dirumah saja,” katanya dalam gelar pasukan di Alun-Alun Kidul Boyolali (7/7).


Boyolali adalah wilayah penyangga di Solo dan Surakarta untuk itu sebagaimana diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahamd Luthfi, petugas gabungan akan melakukan penyekatan dari dan menuju Kota Boyolali.


“baik di lajur kanan atau lajur kiri, TNI Polri akan melakukan penyekatan, jadi tolong masyarakat Boyolali kalo tidak punya kepentingan yang kritikal agar dirumah saja,”terangnya.



Kapolda berharap dengan pemberlakukan PPKM Darurat ini bisa meminimalisir pergerakan kendaraan dan pergerakan orang agar angka covid-19 bisa dikendalikan.


Kapolda juga meminta masyarakat atau media yang menemui oknum-oknum yang mencoba untuk menimbun peralatan medis, obat-obatan maupun oksigen untuk segera lapor pada pihaknya.


“Kita sudah lakukan mapping, dam akan kita sidik manakala dalam situasi semacam ini ada masyarakat yang coba-coba cari keuntungan,”ungkapnya. 


Termasuk, Kapolda juga meminta pada media untuk menyajikan pemberitaan yang kredibel dan mendidik, dan segera melaporkan apabila menemui adanya hoax yang meresahkan masyarakat berkaitan dengan vaksinasi atau yang lainnya. 


(saibumi/Guntur)