Sikap Kepala Inspektur Untuk Mengaudit Lembaga Yang Ia Pimpin, HCW Menilai Untuk Langka Tepat -->

Header Menu


Sikap Kepala Inspektur Untuk Mengaudit Lembaga Yang Ia Pimpin, HCW Menilai Untuk Langka Tepat

Saturday, August 7, 2021


TERNATE,MATALENSANEWS.com - Sistem Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan atas kepemimpinan Usman Sidak, sebagai bupati dan wakil bupati Basam kasuba. baru pertama kali terjadi ketika bupati mengangkat Soadry Ingratubun. sebagai Plt.Kepala ispektorat halsel.


Soadry langsung menyampaikan  secara terbuka bahwa kantor yang sementara ia pimpin harus di audit. 


Hal tersebut mendapat respon posotif dari direktur HCW Maluku Utara Rajak Idrus, saya anggap apa yang di sampaikan oleh kepala inspektur agar lemabaga inpektorat itu harus di audit. bagi saya ini sangat tepat. 


Karena selama ini kantor inspektorat itu tidak perna di audit.lembaga inspektorat adalah lenbaga pengawasan dan lembaga audit internal. yang bertugas untuk mengawasi dan mengontrol kebocoran keuangan daerah, dari OPD lain atau dinas yang lain. katanya.


Untuk itu, jika kepala ispektorat harus mengaudit lembaga yang ia pimpin, bagi saya ini luar biasa.


"Sebab kantor inspektorat itu sendiri bekerja dengan menggunakan anggaran  APBD jadi harus audit juga. katanya.


Harapan saya kalau inspektur mau mengaudit lembaga inspektorat saya sarankan agar kepala inspektorat menyurat di kejari halsel. untuk melakukan penggeladakan kantor spektorat karena dalam sana ada berkas atau dokumen audit yang masi tersimpan di secara rapi di sana.


Karena selama ini yang tidak perna di publikasi oleh inspektorat sebelumnya. sekaligus  semua tim yang perna melakukan audit di lapangan harus semua di audit. atau di periksa sehingga tidak ada yang main main. 


"Sebab dalam pantauan HCW di lapngan. pegawai yang bekerja di kantor inspektorat ketika mereka turun untuk  mengaudit di lapangan terutama anggaran dana desa (DD) dan ADD mereka seperti raja yang harus di sanjung dan di layani oleh kepala desa dan staf. jadi saya harap di bongkar semua masalah itu." tegasnya.


Karena bagi saya jangan hanya mengaudit kantor orang lain, lalu meninggalkan kantor ispektorat sebagai dugaan sarang korupsi. untuk sebelum inspektorat melakukan bersih bersih kantor orang lain. pertama kali adalah kantor inspektorat harus bersihkan  dulu. 


Sebab HCW menilai bahwa kantor inspektorat itu bukan hanya menyimpan dokumen audit, tapi juga menyimpan keuangan daerah.    


"Untuk itu, saya bisa menilai bahwa kantor inspektorat bukan hanya menjadi sarang dugaan dokumen korupsi yang di rahasiakan." kata jeck. Press release melalui pesan aplikasi Wasthapp pada hari Sabtu 7/8/2021.


( Jek/Redaksi)