Seorang Nelayan Warga Desa Nggele ditemukan Tak Bernyawa Diduga diSambar Petir -->

Header Menu


Seorang Nelayan Warga Desa Nggele ditemukan Tak Bernyawa Diduga diSambar Petir

Tuesday, October 19, 2021


TALIABU,MATALENSANEWS.com - Salah satu warga Dusun Permai Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu Sofyan ( 45) adalah seorang Petani dan Nelayan dihebohkan tertimpah musibah


Diketahui bahwa diduga meninggal dunia disambar petir dilaut. Peristiwa naas itu terjadi pada hari Selasa 19 Oktober 2021, sekira pukul 12:30 Wit, siang tadi.


Kejadian itu mulanya korban pergi ke laut dengan menggunakan bodi kantiting untuk liat bubu ( alat tangkap ikan), susudah itu korban pulang  tiba tiba mesin katinting mati karena hujan deras.


"Selanjutnya Korban menggunakan dayung untuk pulang. Selang berapa menit korban tertimpah musibah naas telah disambar petir disertai hujan deras hingga tewas ditempat," ungkap La Tomi di lokasi desa Nggele pada hari senin 19/10/2021


La Tomi mengatakan bahwa tidak lama kemudian salah satu warga desa Nggele La Ono alias bisu yang telah melihat bodi perahu Katinting yang hanyut, lalu dia menuju ke arah bodi tersebut." Dan dia melihat dalam bodi perahu itu didalamnya ada Korban telah meninggal dunia karena diduga kuat korban disambar oleh petir. " ujarnya



Tak lama kemudian di lokasi kejadian tak lama salah seorang bisu bernama La Ono anak dari almarhum La Kouta warga desa Nggele menghampiri korban setelah mengetahui korban dengan keadaan telungkuk dan sudah tidak bernyawa si bisu bernama La Ono La Kouta Langsung mengikat perahu korban dan langsung menariknya ke dermaga desa nggele dan langsung menghubungi warga 


"Setelah itu salah seorang warga langsung menguhubungi istrinya untuk menjemput suami yang sudah tak bernyawa lalu membawah pulang ke rumah kediamannya untuk proses pemakaman besok karena menunggu anak almarhum," kata warga.


"Kepada media ini istrinya Darmiati La Dao di tengah berduka tak tahan degan tangisan kepergian suami yang tertimpah musibah tersambar petir nyawa tak sempat tertolong meninggal di tempat, dimana istrinya menyampaikan suaminya berprofesi nelayan yang setiap hari berangkat pada subuh hari dan pulang pada sore hari." akhiri penjelasan ini.


( Jek/Redaksi)