Kapolres Sukoharjo Berikan 2.000 Benih Lele Untuk Remaja Penghobi Budidaya Ikan -->

Header Menu


Kapolres Sukoharjo Berikan 2.000 Benih Lele Untuk Remaja Penghobi Budidaya Ikan

Monday, November 8, 2021


Sukoharjo,MATALENSANEWS.com- Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan melaksanakan kegiatan pemberian benih ikan lele kepada anak-anak warga Perum Parama Santosa, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (08/11/2021).


Kapolres mengungkapkan, anak-anak di Perum Parama Santosa ini mempunyai kegemaran membudidayakan  ikan. Uniknya, mereka membudidayakan ikan tersebut menggunakan media barang-barang bekas, seperti bak mandi bekas dan tong bekas.


“Anak-anak muda generasi penerus kita ini kreatif, mereka suka memanfaatkan barang-barang bekas untuk memelihara ikan lele yang tahan akan segala cuaca sehingga dapat untuk dibudidayakan,” terang Kapolres.


“Bahkan mereka ini sudah berhasil 3 kali memanen ikan hasil budidaya tersebut,” tambahnya.


Kapolres mengungkapkan, bahwa pemberian bantuan sebanyak 2.000 bibit ikan lele ini bertujuan untuk mendukung kegiatan yang bersifat positif yang dilakukan oleh anak-anak ditengah masa pandemi Covid-19. Selain itu, dengan adanya budidaya ikan ini diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan bagi warga masyarakat.


“Ikan lele ini nantinya dipelihara hingga besar dan dimanfaatkan seperti digoreng sendiri maupun untuk dibagikan kepada para tetangga, bahkan bisa juga untuk dijual. Jadi ini merupakan kegiatan yang sangat positif sekali, selain untuk program ketahanan pangan, juga dapat untuk pemulihan roda perekonomian,” terang Kapolres.


Sementara itu, anak-anak dari Perum Parama Santosa sangat senang sekali dengan adanya kegiatan pemberian bibit ikan lele tersebut. Menurutnya, dengan pemberian benih ikan ini, kegemaran mereka atas budidaya ikan bisa berlanjut kembali.


“Terimakasih Pak Polisi dari Polres Sukoharjo, kami sangat senang bisa memelihara ikan lele dan nanti Insya Allah jika panen hasilnya sebagian akan diberikan kepada warga sekitar,” terang Fahri, salah seorang anak warga Perum Parama Santosa.


Vio Sari / Humas