Tuti Nusandari Roosdiono Bersama BPJS Kesehatan Adakan Sosialisasi JKN-KIS Di Kalikurmo Bringin -->

Header Menu


Tuti Nusandari Roosdiono Bersama BPJS Kesehatan Adakan Sosialisasi JKN-KIS Di Kalikurmo Bringin

Friday, November 12, 2021


Ungaran, MATALENSANEWS.com- , Tuti Nusandari Roosdiono mengajak masyarakat lebih memahami apa itu JKN- KIS. Untuk itu bersama BPJS Kesehatan yang merupakan mitra komisi IX DPR RI mengadakan sosialisasi di desa Kalikurmo kecatan Bringin kabupaten Semarang, Jum,at (12/11/2021).


Hadir dalam acara antara lain Abdul Aziz M.M., kepala BPJS kesehatan cabang Ungaran, Sis Budiyono TA Tuti N Roosdiono, M.Taufik camat Bringin, Mahmudi Kades Kalikurmo serta tamu undangan yang hadir.


Melalui sambungan teleconverence Tuti Nusandari Roosdiono memohon maaf karena tidak bisa hadir secara langsung. Tuti mengatakan bahwa sosialisasi ini ditujukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepesertaan JKN KIS yang bertujuan untuk memberikan perlindungan untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain untuk mendapatkan jaminan kesehatan sehingga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. 



Hal yang penting untuk kita ketahui yaitu bagaimana prosedur yang benar agar peserta BPJS dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya. 


"Mari bersama- sama kita dengarkan pemaparan dari nara sumber , agar nantinya kita tau hak dan kewajiban kita", Tambah Tuti.



Sebagai informasi, iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri yaitu,Untuk kelas 1 Rp 150.000, kelas 2 Rp 100.000 dan kelas 3 Rp 42.000 namun disubsidi pemerintah sebesar Rp 7.000 sehingga untuk kelas 3 hanya membayar Rp 35.000 saja. 


Bagi masyarakat yang tidak mampu dan belum memiliki JKN, dapat melapor ke kelurahan/dinas sosial atau mendaftar ke BPJS kesehatan setempat dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan. 


Abdul Aziz kepala BPJS Kesehatan cabang Ungaran mengatakan bahwa manfaat yang kita dapatkan dari Program ini lebih besar dibandingkan apa yang akan kita keluarkan setiap bulannya untuk membayar iuran. Kita perlu mempersiapkan jaminan kesehatan jauh sebelum sakit, karena sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya. 


Biaya berobat, biaya operasi, biaya rawat inap dan lain2 itu besar biayanya. Oleh karena itu penting untuk memastikan kepesertaan tetap aktif, dan dalam sistem ini kita sebagai peserta yang sehat akan bergotong royong membantu peserta yang sakit dengan terus membayar iuran bulanan. Selain daripada ini, tentunya yang paling penting adalah untuk terus menjaga kesehatan kita.


"Dengan mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban peserta JKN- KIS  semoga kita tidak ada kendala saat mengurus atau membantu tetangga yang sedang sakit", tambah Aziz. (Tri)