Bupati Pulau Taliabu Diduga Gurita Anggaran 75 Juta, Akhirnya Temuan BPK RI Terkait Program Studi S2 -->

Header Menu

Bupati Pulau Taliabu Diduga Gurita Anggaran 75 Juta, Akhirnya Temuan BPK RI Terkait Program Studi S2

Wednesday, January 12, 2022

Gambar : ilustrasi

TALIABU,MATALENSANEWS.com- Anggaran pembiayaan pendidikan program studi S2 Ilmu Pemerintahan, Bupati Pulau Taliabu, Hi.Aliong Mus Senilai Rp 75 juta menjadi temuan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut).


Temuan Biaya pendidikan studi S2 Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus ini karena tidak sesuai dengan peraturan Bupati nomor 3.b 2014. serta belum melengkapi laporan penggunaan dana.


Ini sebagaimana tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah ( LKPD) Kabupaten Pulau Taliabu oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara nomor 12.B/LHP/XIX.TER/05/2021.Tertanggal 12 Mei 2021.


Dengan rincian realisasi belanja hibah tidak sesuai peraturan Bupati nomor 3.b Tahun 2014 sebagai berikut.

Nomor : SP2D 00455/SP2D/4.01. 15.01/2020. Uraian, Pembiayaan hibah pendidikan program studi S2 Ilmu Pemerintahan. Penerimah, Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, ST dengan Nilai Sebesar Rp 75 juta.


Rincian penerima hibah yang belum melengkapi laporan penggunaan dana. Nomor SP2D 00455/SP2D/4.01.15.01/2020. Pembiayaan Hibah Pendidikan Program Studi S2 Ilmu Pemerintahan. penerima Aliong Mus, ST. Tanggal 05/06/2020. Senilai Rp 75.000.000, 00.


Terkait dengan temuan BKP RI Perwakilan Provinsi Malut, atas pembiayaan pendidikan studi S2 Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus tersebut Suaraindonesia.id melakukan konfirmasi kepada Bupati Taliabu, Aliong Mus via telpon dan Watsyyap namun tidak di respon.


"Telpon nomor hp tidak aktif pesan watsyyap pun tidak di balas,".


Selain Bupati Pulau Taliabu, Suaraindonesia1.id juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Pulau Taliabu, Irwan Mansur terkait pembayaran biaya pendidikan S2 Bupati Aliong Mus yang telah menjadi temaun BPK tersebut namun Irwan pun tidak berada di tempat.


"Pa Kaban belum masuk mungkin masih di rumah,"ungkap stafnya Senin (10/01/2021).


Sementara hubungi via telpon nomor tidak aktif melalui pesan via aplikasi Wasthapp pun belum dibalas.


( Jek/Redaksi)