Sekolah Di Desa Tetangga, Begini perjuangan Puluhan Siswa SMP Desa Waikadai Sula Tiap Saat -->

Header Menu

 


Sekolah Di Desa Tetangga, Begini perjuangan Puluhan Siswa SMP Desa Waikadai Sula Tiap Saat

Monday, January 24, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com - Orientasi Pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu yang katanya lebih di prioritaskan pada faktor Pendidikan selama ini ternyata belum sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan pendidikan bagi siswa siswa yang tersebar di 71 Desa Kabupaten Pulau Taliabu.


Faktanya hingga memasuki Awal tahun 2022 ini masih saja ada Desa yang belum memiliki lembaga pendidikan sesuai yang dibutuhkan. 


Salah satu desa dari sekian desa yang belum memiliki satuan pendidikan sesuai kebutuhan adalah Desa Waikadai Sula kecamatan Taliabu timur selatan. 


Desa tersebut hingga saat ini belum memiliki satuan pendidikan tingkat SMP atau yang sederajat sehingga siswi siswi SMP asal desa tersebut terpaksa harus bersekolah di desa tetangga yang jaraknya lebih dari 1 kilo meter. 


Kepada media ini pekan lalu, Salah satu siswa SMP asal desa Waikadaisula, Yana Kobo mengaku tiap saat mereka ke sekolah dengan berjalan kaki secara bersama sama dan mereka pun tak jarang memilih untuk tidak masuk sekolah karena jarak faktor tempuh maupun cuaca.


Sementara jalan dan jembatan penghubung yang memadai antara Desa Waikadaisula dan Desa Air Kadai belum tersedia.


"Setiap hari kita kesekolah jalan kaki dengan teman teman, pulang sekolah juga jalan kaki sama sama, kalau air meti (surut) kita lewat pantai, kalau ombak kita lewat jalan darat. Kalau hujan tidak bisa ke sekolah, nanti kita basah, Apalagi dimusim banjir tidak bisa ke sekolah karena belum ada jembatan" Ungkap Yana, Siswi SMP asal desa waikadaisula.


Terpisah, Kepala Desa Waikadai Sula, Lilis Mayau mengaku Di desa yang ia pimpin baru miliki puluhan siswa SMP, dan menurutnya desa Waikadaisula belum pantas memiliki sekolah tingkat SMP karena jumlah siswa yang masih terbatas.


Bagi dia, siswa siswi di desa Waikadaisula hanya membutuhkan jalan dan jembatan yang memadai.


Sehingga dirinya mengaku telah berkoordinasi terkait penyediaan jalan Penghubung yang layak antar dua desa tersebut bersama kepala Desa tetangga tempat dimana puluhan siswa siswi itu bersekolah.


Namun kepala desa Air Kadai, Jonsin Duwila belum mengiyakan sehingga rencana pembangunan jalan Rabat beton antara dua desa tersebut yang diperkirakan jarak tempuhnya lebih dari satu kilo meter itu belum juga tersedia.


Alhasil hingga saat ini puluhan siswa SMP asal Desa Waikadaisula terpaksa menggunakan bibir pantai sebagai jalan alternatif saat hendak ke sekolah maupun pulang sekolah.


Perjuangan siswa siswi SMP asal desa Waikadai Sula sangat tidak berbanding lurus dengan ketersediaan alokasi anggaran oleh dinas pendidikan Pulau Taliabu yang dikucurkan pemerintah untuk kebutuhan pendidikan di daerah ini.


Sebab di ketahui sejak 2019 lalu DAK pemkab Taliabu yang di terima melalui dinas pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu terus meningkat, dimana pada tahun 2019 tercatat dinas pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu mendapatkan kucuran dana DAK lebih dari Rp 33 milyar yang diprioritaskan lebih dari 100 kegiatan pembangunan, dan meningkat menjadi Rp 43 Milyar di 2020.


Sementara pada 2021 lalu DAK untuk peningkatan pendidikan di daerah itu yang diusulkan Dinas pendidikan Taliabu disetujui Kemendikbud sebesar Rp 47 milyar.


( **)