Koperasi TKBM Pelabuhan Bobong Sangat Sayangkan Pernyataan Oknum Pengusaha Tuding Mahalnya Tarif Bongkar Muat Barang -->

Header Menu

Koperasi TKBM Pelabuhan Bobong Sangat Sayangkan Pernyataan Oknum Pengusaha Tuding Mahalnya Tarif Bongkar Muat Barang

Sunday, March 6, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com - Ketua Pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Bobong, Lisman Menyatakan, Tarif Bongkar Muat Barang Di Pelabuhan Bobong sejak tahun 2010 khususnya barang semen hingga saat ini belum pernah mengalami kenaikan tarif. 


Walaupun harga semen di pabrik setiap tahunnya tentu mengalami kenaikan harga di tahun 2021 kemarin, dilakukan Kesepakatan Bersama antara Penyedia jasa (TKBM) dan pengguna jasa (Pengusaha) yang di mediasi oleh Pemerintah Daerah.


"Dalam hal ini Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Taliabu Tentang Penetapan Tarif bongkar muat barang di pelabuhan dan melahirkan SKB (surat keputusan bersama) yang ditandatangani oleh masing-masing pihak juga mengetahui Sahabandar setempat serta Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pulau Taliabu." Ungkap Lisman pada awak media ini. Minggu 06 Maret 2022.


Dia menyampaikan dalam SKB Tarif Bongkar Muat Barang tersebut, ada beberapa aitem barang yang mengalami penyesuaian tarif seperti, beras 50kg tarifnya Rp. 6000 dari sebelumnya Rp. 5000/sak, DOS Supermi Rp.1500 dari sebelumnya Rp.1000/dos. 


Ini Artinya kenaikan tarif antara lima ratus rupiah dan seribu rupiah, tidak ada kenaikan yang signifikan dan ini atas dasar kesepakatan bersama.


"Sementara untuk penentuan aitem barang tidak dilakukan perhitungan tonase atau kubikasi sebab pengerjaannya masih dilakukan secara manual." tuturnya.


Lisman menyatakan bahwa, berita yang di muat oleh salah satu media pada tanggal 5 Maret kemarin tentang mahalnya tarif bongkar muat barang di pelabuhan bobong sumbernya tidak disebutkan, bisa jadi dia adalah oknum dan memiliki kepentingan besar dipelabuhan untuk pribadi dan kelompoknya. 


Stetmennya tidak mewakili para pengusaha yang ada. Untuk itu, Kata Lisman (selaku ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Bobong) kalau ada persoalan kita bicarakan pada tempatnya, jangan langsung menuduh dan menjastis.


Apalagi menggeneralisasi masalah. Sehingga melahirkan bahasa provokatif yang menyinggung banyak pihak. 


"Kami juga berharap kepada oknum tersebut untuk jentel, jangan sembunyi sembunyi dalam membuat Pernyataan. Berita tersebut jelas menciderai kami Koperasi TKBM Pelabuhan Bobong yang selama ini sangat menjaga nama baik dengan selalu mengutamakan pelayanan maksimal melalui jasa yang kami berikan." Kata Lisman.


( Jek/Redaksi)