Dinilai Kinerja Polsek Indari Sangat Tertutup, Kesultanan Bacan Desak Polisi Halsel Harus Tangkap Pelaku, Almarhum Asri Diduga Kuat Dimutilasi -->

Header Menu

Dinilai Kinerja Polsek Indari Sangat Tertutup, Kesultanan Bacan Desak Polisi Halsel Harus Tangkap Pelaku, Almarhum Asri Diduga Kuat Dimutilasi

Guntur Matalensa
Friday, May 27, 2022


LABUHA,MATALENSANEWS.com- Dinilai kinerja Polsek Bacan Barat sangat Tertutup terkait Almarhum Asri Iskandar Alam. Diduga kuat dibunuh secara sadis atau ( Dimutilasi) oleh oknum pelaku yang telah melakukan kejahatan tersebut.


Oleh karena itu, Kesultanan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara mendesak pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Polda Maluku Utara Resert Polres Halmahera Selatan (Halsel) melalui Polsek Indari Kecamatan Kasiruta Timur (Halsel) yang menangani kasus atas meninggalnya Warga Kasiruta Dalam (Kasdam) segera di percepat untuk tangkap pelaku.


Pasalnya. Kasus tersebut yang viral di media sosial sejak hilangnya korban pada tanggal 1 Mei 2022, sampai dengan tanggal 3 Mei 2022, ditemukan sebagian organ tubuh dan tulang Rusuk, hati, gale-gale perut serta tulang belakang terdapat bekas potongan benda tajam. diketahui adalah Almarhum Asri Iskandar Alam (Korban). Yang diduga kuat korban di bunuh dengan cara di Mutilasi.


Selain itu, terlihat Perahu Katinting milik Korban yang hancur dibagian kiri depan hingga ke bagian tengah samping kiri luar itu, status kasus masih Laporan Polisi orang hilang (LPOH).Jumat 27/05/2022.


Permintaan pertama dan terakhir kali ini, disampaikan Sultan Bacan melalui Bapak Ir. Ibnu Tufail merupakan juru tulis RAA. Kesultanan Bacan mengatakan bila kasus ini tidak dipercepat maka di hawatirkan menibul persoalan baru.


Kami menghawatirkan terkait kasus ini dapat memicuh kemarahan pihak keluarga besar Almarhum yang nantinya menimbulkan masalah baru bila kasus ini tidak dipercepat." Kata (Tufail) Kamis, 26/05/2022, sekira pukuk 13:36 Wit.


Apa lagi kasus ini sudah cukup lama dan keluarga Korban menyetujui untuk melakukan Otopsi organ tubuh yang sudah di makamkan, maka pihak kepolisian sudah dapat mengambil langkah melakukan penggalian untuk di Otopsi.


"Kami juga berharap siapapun dia agar tidak mengontrovensi untuk menghambat penyelidikan pihak kepolisian sehingga semuanya berjalan dengan maksimal sesuai hukum yang berlaku." Pinta (Tufail).


Dengan begitu awak media mempertanyakan terkait keberadaan Buaya di Desa Kasiruta Dalam sejak jaman kesultanan Bacan, Tufail membenarkan bahwa sepanjang sejarah belum pernah manusia diterekam Buaya.


"Sepanjang sejarah belum ada manusia diterekam buaya di Desa Kasdam, kami juga merasa aneh dengan kasus ini dan melihat sejumlah Warga terjun ke kali melakukan pencarian di lokasih hilangnya korban tetapi tidak ada Warga yang diterekam buaya." tuturnya.


Sambung Tufail, Namanya daging ketika dimakan Buaya tidak akan ditinggalkan begitu saja, jadi agak aneh jika buaya tinggalkan daging organ tubuh seperti hati dan gale-gale perut yang ditemukan." Jelas (Tufail).


Selain itu, kata Tufail jika kasus tersebut merupakan perbuatan Manusia maka orang itu tidak akan tenang dan selalu terganggu alam pikirannya atas perbuatan yang ia lakukan maupun dilihat seseorang yang tidak ia lakukan. 


Sebentara Pihak Polsek Indari Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan yang menangani kasus tersebut  yakni IPDA, Hasan Abdul Wahab, saat di konfirmasi oleh media melalui telpon Seluler via pesan Watshapp, tidak mau memberikan tanggapan apapun. maka dari itu berita ini ditayangkan.


( Tim/Jek/Redaksi)