Keluarga Besar Iskandar Alam Desak Polda Malut & Polres Halsel Harus Ungkap Motifnya Atas Meninggalnya AIA -->

Header Menu

Keluarga Besar Iskandar Alam Desak Polda Malut & Polres Halsel Harus Ungkap Motifnya Atas Meninggalnya AIA

Guntur Matalensa
Tuesday, May 10, 2022


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Sangat mesterius meninggalnya korban berinisial AIA berusia 27 Tahun Warga Desa Kasiruta Dalam (Kasdam) Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Malauku Utara, membuat keluarga besar Iskandar Alam mendesak Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Mabes Polri) Daerah Polda Maluku Utara Resort Polres Halmahera Selatan segera mengungkapkan motifnya.


Sebentara dari hasil Investigasi Wartawan, pada hari Senin Tanggal 9 Mei sampai dengan Selasa 10 Mei 2022.


Terlihat warga sekitar beraktifitas keseharian mengeluarkan kayu jadi berupa balok dan papan menggunakan bambu (Buluh) melalui sunggai yang diduga korban diterekam Buaya tanpa ada ancaman binatang buas atau Buaya.


Begitu juga diketahui Pada hari minggu Tanggal 01 Mei 2022  korban keluar dari rumah dan dinyatakan Warga bahwa pada Tanggal 02 Mei 2022 korban hilang. Awak Media ini menemukan beberapa video terlihat Masyarakat sekitarnya berbondong-bondong turun ke sungai dan melakukan pencarian terhadap korban tanpa ada gangguan binatang buas.


Padahal, sebelumnya Almarhum AIA (27) diduga oleh Warga sekitar bahwa korban diterekam Buaya saat korban dari Desa Jeret Kecamatan Kasiruta Timur menuju Desa Kasiruta dalam Halmahera Selatan, Almarhum menggunakan perahu kayu Katinting melalui jalur sunggai.


Hal ini dibenarkan Istri Korban Ibu Ina Ismail bahwa pada hari minggu tanggal 01 Mei 2022, korban keluar dari rumah. 


"Saya selaku Istri ALM sebatas tahu kalau Sekitar Jam 4 sore, suami saya berangkat dari Desa Jeret menggunakan Perahu Katinting, antar Anak saya umur 7 tahun dirumah Nenek nya di Desa Kasiruta Dalam, sekaligus Bayar Zakaat Fitra dan muatan yang dibawah ada Jeregen Air Minum sebanyak 17 gelong dengan ukuran 25 Liter Pergelong dan satu buah parang." Tuturnya.


Selang waktu disampaikan orang tua korban Bapak Salim Iskandar Alam, sekaligus mewakili keluarga besar itu. Kami keluarga besar Iskandar Alam merasa tidak puas atas meninggalnya Anak kami Asri Iskandar Alam belum diketahui penyebab korban meninggal dunia. 


Apalagi baru ditemukan seperti Tulang Belakang dan Gale-Gale Perut, sedangkan bagian Kepala dan Kedua Tangan maupun kedua Kaki Anak saya belum ditemukan.


Untuk itu, kami meminta dan berharap pihak Kepolisian secepatnya membantu ungkap kronologis kejadian yang dialami Anak kami." Pinta (Salim)


Padahal, di hari Minggu sekitar Jam 6:20 Wit, sore. Anak kami (Korban) berangkat dari Desa Kasiruta Dalam menuju Desa Jeret sempat singga mengisi Air minum di sungai yang berdekatan dengan pemukiman Warga.


"Usai mengisi Air minum sekitar setengah jam kemudian korban berangkat menuju Desa Jeret, dalam perjalanan Anak saya atas Nama Julkarnain menyampaikan sempat bertemu dengan korban berdekatan dengan Benteng."Jelas ayah kandung korban (Salim).


Selanjutnya disampaikan Kakak kandung korban Julkarnain Iskandar Alam membenarkan bertemu dengan korban berdekatan dengan Benteng.


"Saya dengan kedua adik saya Fadlan Iskandar Alam dan Reni Iskandar Alam, dari Labuha (Halsel) menuju Desa Kasiruta Dalam, menggunakan Bodi Katinting dan bertemu ALM (Korban) dekat Benteng itu, pada tanggal 2 Mei 2022 sekitar Jam 19:30." Ungkap (Jul).


Disampaikan Warga Desa Kasiruta Timur (Halsel) yang enggan menyebutkan namanya membenarkan bahwa, ada seorang perempuan Inisial  FH Alias Roci Warga Desa Kasdam dan satu orang laki-laki Inisial RN diakrap Rinto Warga Desa Jeret melihat perahu korban tapi tidak ada orangnya, serta satu Perempuan lagi Inisial Ade Winta melihat ada dua orang mengarahkan senter tepatnya ditempat kejadian." Katanya,


Lanjut dia, sejak korban (AIA) dinyatakan meninggal dunia, tiba-tiba kondisi FH Alias Roci tidak seperti biasa beraktifitas diluar rumahnya. 


Sampai saat ini FH tidak lagi beraktifitas diluar rumah." Ungkap (Warga) Selasa, (10/05/2022)


Terpisah, FH di akrap Roci pada awak media membenarkan dirinya bersama RN diakrab Rinto Warga Desa Jeret sempat melihat perahu Katinting milik korban. 


Iya Benar, malam itu dekat waktu Magrib sekitar Jam  7:30 Wit, sore. Saya bersama Rinto Berangkat dari Desa Jeret menuju Desa Kasiruta Dalam (Kasdam) kami melihat ada perahu Katinting terdampar dibawah pohon kayu dekat Mulut Air kali, tetapi tidak ada orang dan saya tidak kenal perahu milik siapa." Kata (FH). Sambung dia.


Hanya saja sempat saya melihat semacam bunyi Air bergelombang dekat perahu yang saya lihat, selebihnya dari itu saya tidak tahu karena malam itu pikiran saya sudah terganggu jadi tidak ada konsentrasi lagi." kata (Roci). 


(Tim/Jek/Red)