Lomba Perkutut Kapolres Cup Kota Salatiga Dalam Rangka HUT BHAYANGKARA Ke-76 Tahun 2022 -->

Header Menu

Lomba Perkutut Kapolres Cup Kota Salatiga Dalam Rangka HUT BHAYANGKARA Ke-76 Tahun 2022

Monday, June 20, 2022



SALATIGA,MATALENSANEWS.com-Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-76, Polres Salatiga bersama P4LSI (Paguyuban Pelestari Dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia) Korwil Kabupaten Semarang Salatiga akan mengadakan "Lomba Perkutut Kapolres Cup Kota Salatiga Dalam Rangka HUT BHAYANGKARA Ke-76 Tahun 2022." 

Gantangan "PERKUTUT LOKAL" tersebut diadakan di Lapangan PENGDA P3SI Salatiga Jl.Yudistira Kel,Dukuh Kec,Sidomukti Kota Salatiga, Minggu 26 Juni 2022, mulai pukul 08.00 Wib sampai dengan selesai.

Adapun untuk kelas perlombaan meliputi:
1. Kelas Gacor Lokal Alam (A/B)
2. Kelas Gacor Lokal Ternak Dan Warna               (A/B)
3. Kelas Gacor Bebas  Campuran (A/B)
4. Kelas Layon Bebas 100 poin (A/B)
5. Kelas Pemula Bebas 100 50 poin (A/B)

Juara Per Sesi :
1. Piagam + Tropy + (Uang Pembinaan)
2. Piagam + Tropy + (Uang Pembinaan)
3. Piagam + Tropy + (Uang Pembinaan)
4 s/d 10 Piagam

- Untuk tiket All Class : 35 K
- Durasi 30 Menit
- Sistim Gantangan Kerekan

"Panitia menyediakan Doorprize dan Hadiah menarik lainnya,serta Free snack, kopi serta makanan ringan."

Info LOMBA/Contack Person : 
1. Sigit Raharjo (0817-4187-981)
2. Prihanto (0857-1312-7111)

Selaku ketua P4LSI Kota Salatiga H.Bambang berharap, melalui lomba perkututan lokal mampu mengangkat dan mampu meningkatkan ekonomi nilai jual burung perkutut. 

Tidak hanya dari segi suaranya, tapi juga dapat meningkatkan nilai jual peralatan maupun perlengkapan yang dibutuhkan untuk merawat dan memelihara burung perkutut.

Serta bertujuan untuk memberikan ruang para pemula penghobi burung supaya bisa jadi kelas favorit sekaligus meningkatkan perekonomiannya.

“Kelas pemula diberi kesempatan dan dapat piala sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi,” kata H.Bambang saat ditemui awak media di rumahnya, Senin (20/6/22).

Lebih jauh lagi, perlombaan ini bukan hanya bertujuan untuk mewadahi para penghobi burung Perkutut Lokal dan meningkatkan perekonomian mereka, tapi juga untuk mendukung ekosistem bisnis di dunia perkutut lokal. Selain melahirkan bibit-bibit baru, hal ini juga diharapkan dapat berdampak positif bagi para peternak dan kelompok-kelompok pecinta perkutut.(Gunawan Agus)