Pekerjaan Rehabilitas Dermaga Nggele Jadi Temuan BPK Senilai 39 Juta -->

Header Menu

 


Pekerjaan Rehabilitas Dermaga Nggele Jadi Temuan BPK Senilai 39 Juta

Sunday, July 31, 2022


Maluku Utara,MATALENSANEWS.com- Kwalitas pekerjaan rehabilitas dermaga di Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut yang dikerjakan oleh CV. Ira Tunggal Bega (ITB) dengan nilai Sebesar Rp 3,3 miliar lebih diduga tidak sesuai Spesifikasi Tehnis dan RAB. Pasalnya, pekerjaan Rehabilitasi Dermaga tersebut belum genap setahun diperbaiki, kastin beton pengaman dermaga sudah ambruk.


Selain telah ambruk, pekerjaan rehabilitas Dermaga (fasilitas perairan) Desa Nggele yang dikerjakan CV. ITB senilai Rp 3,3 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 ini, juga menjadi temuan BPK RI perwakilan Provinsi Maluku Utara. 


Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara tahun 2022 atas LKPD kabupaten Pulau Taliabu tahun 2021, BPK menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan atas proyek rahabilitas dermaga Desa Nggele yang dikerjakan oleh CV. ITB dengan Kontrak/SPK Nomor .550/20.Kontrak/Dishub-PT/VII/2021, sebesar Rp 39.000.000,00.- ( Tiga Pupuh sembilan juta).


Diketahui, proyek tersebut dikerjakan selama 120 hari kalender, terhitung dari 13 Juli 2021 sampai dengan tanggal 03 November 2021. 


Dalam laporannya, BPK menyebutkan pekerjaan proyek tersebut telah selesai dilaksanakan dan telah diserah terimakan berdasarkan BAST/PHO Nomor 22/BAST/PPK/DISHUB-PT/2021 tertanggal 22 November 2021 dan telah dibayarkan 100 persen pada tanggal 22 November 2021.


Menanggapi temuan ini, Direktur CV. ITB selaku kontraktor pelaksana pekerjaan rehabilitas dermaga fasilitas perairan di Desa Nggela, Tuti Soamole mengaku tak tahu menahu soal temuan itu. 


"Kalau mengenai laporan temuan BPK, saya tidak tahu kalau ada temuan. Yang saya tahu itu bukan mengenai pekerjaan, tapi mengenai laporan. Nanti lihat dafar di Dinas," aku Tuti kepada salah satu media biro Pulau Taliabu, Selasa (26/07/2022).


Tuti lantas mempertanyakan hasil audit tersebut, karena menurutnya, memang ada kekurangan akan tetapi kekurangan yang dimaksud pada laporan BPK bukan pada volume pekerjaan, tapi kekurangan pada seragam pekerja proyek.


"Itu bukan kekurangan pekerjaan tapi laporan. Saya sudah bilang, tidak ada yang kurang, cuma kurang laporan dan pakaian seragam waktu kerja," bantah Tuti.


Tuti bahkan membantah buruknya kwalitas pekerjaan yang dikerjakannya itu menjadi penyebab ambruknya kastin beton pengaman dermaga. Ia menyebut, penyebab kerusakan kastin beton pengaman itu adalah ulah Kapal Motor (KM) Theodora yang menabrak beton pengaman saat berlabuh di dermaga tersebut.


"Kami dikasih tahu petugas perhubungan bahwa kapal Theodora yang tabrak, sudah dua kali kapal itu tabrak jembatan Nggele. Bagaimana tidak rusak kalau ditabrak kapal. Tapi itu sudah perbaiki," tandasnya. 


Kemudian ketika disinggung terkait kerusakan dermaga Nggele karena kaitannya dengan pekerjaan yang tidak sesuai RAB, Tuti juga membatantahnya. "Maaf, kalau mengenai pekerjaan, saya tidak pernah kerja sembarangan, malahan kelebihan volume, karena saya putri daerah, jadi saya tidak mau kerja asal jadi," bantahnya lagi.


Terpisah, konsultan pengawas pekerjaan dermaga Nggele, Lukman kepada salah satu Wartawan mengakui bahwa kerusakan kastin beton penahan dermaga Nggele tersebut bukan karena konstruksi bangunan yang tidak sesuai RAB, akan tetapi itu di tabrak oleh kapal Theodora.


"Yang di senggol kapal kemarin itu bukan kontruksi, itu kastin beton pengaman. Kalau bicara kontruksi itu berarti bicara tiang pancang, balok dan plat lantai. Kemarin pihak kontraktornya sudah saya perintahkan untuk perbaiki karena pihak dari Kapal yang senggol tidak mau tanggung jawab. Itu menurut Syahbandar di sana ketika saya komunikasi. Kerusakannya tidak sampai satu meter," terang Lukman kepada media, Selasa (26/07/2022) via pesan WatshApp.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu, Irwan Mansur yang saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WahatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini dipublish. (*)