Polri Mohon Maaf Atas Intimidasi Jurnalis di sekitar Rumah Ferdy Sambo -->

Header Menu

 


Polri Mohon Maaf Atas Intimidasi Jurnalis di sekitar Rumah Ferdy Sambo

Saturday, July 16, 2022


MATALENSANEWS.com
–Polri menyampaikan permohonan maaf atas intimidasi dari anggota polisi terhadap jurnalis yang meliput kasus penembakan ajudan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J, di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Polri menyampaikan permohonan maaf atas atas intimidasi yang dialami dua wartawan saat melakukan peliputan terkait kasus baku tembak antara dua polisi di rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Irjen Pol Dedi Presetyo menyampaikan permintaan maaf tersebut setelah bertemu dengan pimpinan redaksi media massa tempat kedua wartawan bekerja. “Saya selaku Kadiv Humas tentunya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi kemarin malam dan menimpa dua teman media,” tutur Dedi di Jakarta, dikutip bisnis.com Jumat (15/7/2022).


Dedi juga mengatakan Korps Bhayangkara menyesalkan ada anggota polisi yang melakukan tindakan tersebut, pihaknya menemukan tiga anggota polri yang melakukan intimidasi dan akan menindak tegas semuanya.  Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki komitmen tegas untuk menjadikan Polri organisasi yang terbuka dan membangun komunikasi publik yang baik.


“Anggota yang melakukan intimidasi kepada teman-teman jurnalis yang melaksanakan tugas sudah diketemukan dan akan ditindak tegas oleh Karo Provos,” ungkap.


Intimidasi ini berawal saat dua jurnalis itu mewawancarai petugas kebersihan di sekitar Kompleks Polri Duren Tiga. Kala itu, tiga orang berbaju hitam, berbadan tegap, dan berambut cepak secara tiba-tiba muncul dari arah belakang mengendarai sepeda motor dan menghentikan obrolan.


Ketiganya tanpa mengenalkan identitas lalu merampas ponsel dua jurnalis tersebut. Mereka lalu memeriksa hp, menghapus sejumlah foto, video, dan hasil wawancara. Mereka juga memeriksa seisi tas kedua jurnalis.


Sejumlah dokumen yang dihapus tersebut merupakan hasil peliputan kasus baku tembak antara dua ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di sekitar kediaman yang bersangkutan.(Red)