Para Korban Natalia Rusli Apresiasi Mabes Polri Atas Pelimpahan Perkara Penipuan oleh Lawyer Bodong NR -->

Header Menu

Para Korban Natalia Rusli Apresiasi Mabes Polri Atas Pelimpahan Perkara Penipuan oleh Lawyer Bodong NR

Sunday, August 28, 2022


JAKARTA,MATALENSANEWS.com- Para korban Natalia Rusli, M dan VS mengucapkan banyak terima kasih karena aspirasi mereka didengar oleh Kapolri dan Kabareskrim atas mandeknya perkara dugaan penipuan yang melibatkan seorang pengacara wanita yang sangat pintar merayu, berbohong dan menyuap oknum-oknum aparat untuk menjalankan operandinya sebagai penasehat hukum.


Sehingga para korban dirugikan, selain hilang uang, ternyata belakangan diketahui bahwa Natalia Rusli ijazahnya tidak terdaftar Dikti dan belum disumpah saat menandatangani surat kuasa dengan para korban. 


Pihak penyidik Polres Jakarta Barat yang dikonfirmasi oleh media membenarkan NR sudah status tersangka dugaan penipuan.  "Benar sudah status tersangka dugaan penipuan dengan Surat penetapan Tersangka no B 377/III/2022/SatReskrim tanggal 15 Maret 2022 yang ditandatangani oleh Joko Dwi Harsono, selaku Kasat Reskrim. Penyidik menginformasikan bahwa berkas Natalia Rusli sudah dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk kembali diteliti kelengkapannya,” katanya. 


M salah satu korban, menceritakan bagaimana lihainya Natalia Rusli dengan penampilan yang necis dan mobil mewah, Natalia awalnya membujuk saya untuk terus mentransfer uang ke Natalia Rusli.

 

“Diketahui Natalia Rusli memiliki dua kantor hukum, Master Trust Lawfirm dan Firma Hukum Rumah Keadilan. Kedua kantor hukum digunakan sebagai alat untuk dia menipu uang para korban dengan posing sebagai Pengacara," ungkapnya. 


VS korban lainnya menjelaskan setelah uang ditransfer dan janji pengembalian uang tidak kunjung terrealisasi. “Saya mulai curiga, apalagi belakangan terlihat Natalia Sama sekali tidak paham hukum. Ketika saya tanyakan update, malah HP saya di blokir, lalu Natalia Rusli pindah alamat kantor dam rumah TANPA pemberitahuan ke saya selalu kliennya. Disitulah saya tahu dia bertujuan menipu kami dan kami laporkan Natalia Rusli ke Polres Jakarta Barat," jelasnya. 


Sebelumnya Polres Jakarta Barat kesulitan karena Natalia Rusli pindah alamat rumah dan kantor, dari PIK ke Menara Rajawali, dan terakhir ini pindah lagi ke Menara Karya. 


"Surat panggilan pemeriksaan yang dikirimkan penyidik ditolak dengan alasan Natalia Rusli tidak ada di lokasi. Keberadaan Natalia Rusli sulit ditemukan. Jika nanti Tersangka tidak kooperatif, akan segera kami tahan sesuai KUHAP yang berlaku," terangnya.

 

Natalia Rusli sebelumnya memberikan tanggapannya. "Saya adalah kuasa hukum Raja Sapta Oktohari dan banyak kenalan jenderal-jenderal,” katanya. Natalia Ruski optimis bahwa hukum tidak akan mampu menyentuhnya, karena dirinya seolah kebal hukum dan dekat dengan Jenderal-jenderal Mabes Polri.

 

Natalia Rusli yang pernah memintakan gelar perkara, nyatanya hasil gelar perkara adalah perkara lanjut karena ada bukti kuat dugaan pidana penipuan, apalagi korbannya banyak. 


Para Korban Natalia Rusli berharap Kejaksaan Negeri Jakarta Barat bisa profesional dan segera menahan Natalia Rusli yang sebelumnya menyebabkan Sesjamdatun, jaksa bintang dua dicopot karena dugaan gratifikasi dengan Natalia Rusli, yang sangat piawai dalam mengkordinasikan kasus hukum.(Redaksi)