Sosialisasi Pencegahan Stunting Dalam Rangka Kegiatan TMMD Sengkuyung Ke-2 Tahun 2022 di Tinjomoyo -->

Header Menu

Sosialisasi Pencegahan Stunting Dalam Rangka Kegiatan TMMD Sengkuyung Ke-2 Tahun 2022 di Tinjomoyo

Monday, August 15, 2022


Semarang,MATALENSANEWS.com-Tak hanya sasaran fisik pembangunan, program non fisik pun turut digalakkan pada Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung ke-2 tahun 2022 di Lapangan Voly RT.04  RW.01 Kelurahan Tinjomoyo,Kecamatan Banyuwanik Kota Semarang, Senin (15/8/22).


Disampaikan Dandim 0733/Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana M.MDS, TMMD Sengkuyung ke-2 tahun 2022, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya dan cara pencegahan stunting. 


Kegiatan Sosialisasi tersebut sangat baik bagi masyarakat, khususnya kader kesehatan desa, PKK, ibu rumah tangga dan Kelompok masyarakat yang ada di Kelurahan Tinjomoyo karena mendapatkan pengetahuan tentang cara mencegah stunting di dalam suatu keluarga.


Hal ini dinilai penting untuk memupus angka stunting di Kota Semarang, tidak terkecuali di lokasi TMMD berlangsung, Ungkap Dandim.



Ikut serta dalam acara tersebut,Dandim 0733/Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana M.MDS, Wakil Walikota Semarang Ibu Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos. atau yang kerap disapa dengan panggilan Mba Ita, Danramil 05/Bmk, Kapolsek, Camat Banyumanik, para Babinsa dan PMI kota semarang.


Kegiatan sosialisasi cegah stunting tersebut sangat diperlukan bagi warga Kelurahan Tinjomoyo,Kecamatan Banyuwanik, agar warga dapat mengetahui tentang stunting sehingga dapat mencegahnya. 


Menurut Wakil Walikota Semarang Ibu Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. 


Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Pada umumnya, stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan, terang Wakil Walikota.


Masih menurut Wakil Walikota, Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa membuat anakl mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini.


Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini, Ungkapnya.



Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.


Kontributor : Rizqi Hari Destanto