Bersama Mitra Kerja Komisi IX, Tuti Nusandari Roosdiono Ajak Masyarakat Sukseskan Germas Guna Cegah Stunting -->

Header Menu

Bersama Mitra Kerja Komisi IX, Tuti Nusandari Roosdiono Ajak Masyarakat Sukseskan Germas Guna Cegah Stunting

Friday, September 16, 2022


Semarang,MATALENSANEWS.com- Tuti Nusandari Roosdiono Bersama Kemenkes RI sebagai Mitra Kerja Komisi IX DPR RI mengadakan Sosialisasi dalam rangka Percepatan Penurunan dan  Pencegahan Stunting dan Covid-19 di Gedung 3 kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Aksi Germas di gaungkan Tuti  N Roosdiono anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sebagai kelanjutan instruksi Presiden Jokowi sebagai strategi pembangunan kesehatan  jangka menengah Nasional,Kamis (15/09/2022).


Turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi antara lain, Tuti Nusandari Roosdiono Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan,  Ir. Dina Agoes Soelistijani, Mkes. selaku perwakilan dari Kemenkes RI, Yosi Yonardo selaku Anggota DPRD Kota Semarang, Setyo Handoko selaku perwakilan Dinkes Provinsi, dr. Mochamad Abdul Hakam selaku Kadinkes Kota Semarang, Taat S. Sos, Msi. selaku Sekcam Gajahmungkur serta tamu undangan yang hadir.


Tuti menambahkan, dengan diberikannya makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil, diharapkan akan ada peningkatan gizi kepada mereka untuk mengurangi stunting. Apalagi salah satu program utama dari Kemenkes adalah Program Pencegahan Stunting. Seperti perintah dari Pak Jokowi untuk menurunkan angka prevalensi stunting di tahun 2024.


Pada tahun 2021, angka stunting mencapai 24 persen dari total penduduk Indonesia yaitu sebanyak 7.2 juta dan diharapkan turun menjadi 14% atau sebanyak 3.4 juta di tahun 2024.


“Masalah stunting pada balita secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Oleh sebab itu, saya bersama dengan DPC PDI Perjuangan Kota Semarang bergerak, membantu mencukupi kebutuhan gizi warga, khususnya balita, makanan tambahan untuk balita itu dapat diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan,” ucapnya.


Sementara itu Ir. Dina Agoes Soelistijani, Mkes., Mengatakan bahwa kasus stunting terjadi karena kurang pahamnya masyarakat akan apa saja penyebab dari stunting itu sendiri, Sehingga pentingnya pemahaman stunting saat merencanakan diri untuk berkeluarga. 


"Banyak yang tau bahwa stunting itu adalah bayi kerdil, padahal banyak akibatnya dari stunting itu sendiri, bahkan masyarakat di daerah banyak yang kurang paham apa saja penyebab stunting itu sendiri", Jelas Dina.(Tri)