Dana Partisipasi Pembangunan Mesjid Rp.800 Juta Diduga Habis Ditelan -->

Header Menu

Dana Partisipasi Pembangunan Mesjid Rp.800 Juta Diduga Habis Ditelan

Guntur Matalensa
Sunday, October 2, 2022


HALSEL,MATALENSANEWS.com- Menggelar Rapat, ratusan Masyarakat Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Prov. Maluku Uatara terkait Dana Partisipasi Masyarakat sebesar Rp.800.000.000,00.-( Delapan ratus juta) diduga habis di telan.


Dari hasil pantauan Wartawan dilapangan terlihat Rapat umum yang dilaksanakan oleh  ratusan Masyarakat Desa Kusubibi pada tanggal 18 September 2022 lalu,


Di hadiri Kepala Desa Kusubibi (Halsel), Bapak MUH. ABD FATAH bersama jajarannya dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta beberapa panitia pembangunan Mesjid Judyakin. Minggu,02/10/22.


Terlihat, Jalannya rapat terbuka secara umum, awalnya berjalan aman dan kondisif sesuai harapan. Namun berjalannya rapat beberapa menit kemudian suasana berubah dan sempat membuat Masyarakat resah.


Pasalnya, salah satu tokoh Adat Desa Kusubibi Bapak Anwar H. Ahmad (69) dengan suara keras mendesak Panitia pelaksana pembangunan Mesjid agar keluarkan dan tunjukan bukti rekening BANK Dana Mesjid Judyakin sebesar Rp.800 juta itu.



"Agar Masyarakat tahu dananya masih ada atau  habis terpakai, sebab Dana partisipasi bertahun tahun yang diberikan Masyarakat tetapi bangunan Mesjid belum juga di selesaikan." Ungkap (Anwar).


Namun alhasilnya, pemegang Rekening Bank Bapak Abdul Halik yang baru di angkat sebagai Ketua Panitia Pembangunan Mesjid dan mantan Ketua panitia pembangunan Mesjid Judyakin, Nurdin Haer tidak dapat menunjukan bukti yang diminta.


Selain Itu, Anwar membeberkan rincian air bersih tidak jalan selama satu tahun, satu bulan membuat Masyrakat mengkonsumsi Air bersih dengan membeli rata-rata 10 Ribu Rupiah per jergen, 


Hal ini terjadi saat Kades MUH ABD FATAH di nonaktifkan sementara dari jabatannya sebegai Kepala Desa Kusubibi oleh Bupati Halmahera Selatan selama satu tahun, satu bulan lamanya.


Apa lagi rata rata kebutuhan air bersih yang dibutuhkan Masyarakat untuk keperluan masak sampai cuci sebanyak 10 jergen dengan ukuran 25 Liter per hari akibat Air bersih Macet, dengan  Dana begitu besar yang di sediakan dari berbagai partisipasi Masyarakat tapi tidak di perbaiki.


"Jadi semua bisa hitung jika dalam per hari Rp.10.000 X 10 Jergen berarti Per Warga selama ini sudah keluarkan uang sebesar  Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah) dalam per hari." tutur (Anwar) di hadapan pengelola Anggaran dengan penuh kesal.


Selang waktu disampaikan Wakil Ketua BPD Desa Kusubibi "Jaid Abd Fatah mempersoalkan laporan panitia atas penggunaan Dana sebesar Rp.300.000.000 (Tiga Ratus Juta) untuk pengecoran beberapa tiang Mejid Judyakin.


Dana Mesjid sebelum terpakai sebesar Satu Miliyar Lebih. selanjutnya dipakai Rp.300 juta untuk pengecoran Beberapa  tiang teras Mesjid dan lantai khusus di teras luar. 


Kata Jaid, Hal ini menimbulkan kecurigaan masyarakat, terlebih biaya pembelian material tidak dilaporkan ke masyarakat atau diumumkan melalui masjid seperti uang sedekah atau sumbangan dari pihak lain untuk masjid. “Masyarakat hanya meminta rinciannya dan bukti saja,” Cetusnya.


Sementara itu, Ketua pembangunan masjid Judyakin Abdul Halik mengaku, Dana pembangunan mesjid  telah di pindahkan Dana nya dari BANK BNI ke BANK Muamalat sehingga dibuatkan kerekening baru.


Untuk Dana Mesjid kami pindahkan ke BANK muamalat, kebutulan di situ bunganya besar dan ada hadiahnya berupa Salon dan beberapa hadiah lainnya sudah kami ambil tetapi ada perjanjian dengan pihak BANK selama satu tahun atau dua tahun barulah uang Rp.800 juta bisa di tarik."tutur (Abdul).


"Begitu juga Kepala Desa Kusubibi Muh. Abd Fatah, mengaku banyak masalah. Saya belum bisa sampaikan lebih banyak karena saat Bupati menonaktifkan saya dan saat ini saya di Aktifkan kembali sebagai Kepala Desa terlalu banyak Masalah dan keluhan Masyarakat jadi saya masih butuh waktu untuk mendalami semua itu." kata dia. (Tim/Jek)