Pemilihan Kepala Desa, 2 Calon Kandidat Adalah Kakak Beradik -->

Header Menu

Pemilihan Kepala Desa, 2 Calon Kandidat Adalah Kakak Beradik

Guntur Matalensa
Saturday, October 15, 2022

Wahyudi salah satu calon kepala desa Duren

UNGARAN,MATALENSANEWS.com- Sebanyak 24 desa di Kabupaten Semarang bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 30 Oktober 2022 mendatang.


Di desa Duren kecamatan Tengaran ada 2 calon yang berlaga, dan keduanya petahana. Menariknya, kedua kandidat itu ternyata adalah kakak-beradik.


Wahyudi salah satu calon kepala desa Duren saat ditemui awak media, Jumat (14/10/2022) malam mengungkapkan bahwa ia maju mencalonkan diri dengan tujuan ingin memajukan desa.


"Saya ingin desa Duren yang maju, aman makmur, adil, sejahtera dan bermartabat," katanya.


Ia mengatakan sudah pernah menjabat dua kali sebagai kepala desa Duren sehingga sudah mengetahui situasi masyarakat, sehingga kita mengetahui apa yang menjadi harapan masyarakat.


"Banyak hal yang perlu kita benahi untuk kemajuan desa Duren selanjutnya,"tutur pria yang pernah menjabat pada tahun 2002 hingga 2014.


Wahyudi menambahkan, untuk progam kedepan akan menguatkan pembangunan. Selain itu karena desa Duren itu penyangga pangan tertinggi maka untuk pertanianya akan kita perhatikan.


"Di era saya dulukan juga banyak prestasi berkaitan dengan pertanian,"tambahnya.


Dijelaskan Wahyudi, di desa Duren juga terdapat tempat wisata dan nanti akan kita garap.


Disinggung soal sempat beredar kabar isu kurang kondusif di wilayahnya, Wahyudi menjamin untuk kegiatan pilkades ini pasti tetap kondusif.


"Kita pernah mengabdi dua kali. Dengan keprihatinan membangun dan pernah berjuang seperti itu. Sehingga kita tidak mungkin akan menodai dan kita akan sukseskan pilkades di desa Duren ini dengan kondusif,"tandas Wahyudi.


Lebih lanjut Wahyudi menegaskan bahwa terkait isu tidak kondusif itu jelas hoax dan sudah mengarah ke fitnah. 


"Hal itu bisa di cek kemasyarakat. Dan dipastikan kondisinya kondusif,"tegasnya.


Sementara itu, suasana Pilkades desa Duren terpantau Aman dan Kondusif.


Darmanto, warga Dukuh Desa Duren saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa suasan pilkades kondusif dan aman.


"Jadi terkait ada cerita yang beredar diluar bahwa suasana tidak kondusif, saya pastikan itu hoax. Disini aman aman saja,"ungkapnya.


Berkaitan mendukung Wahyudi, Darmanto mengaku jika sebagai masyarakat ia memilih pemimpin yang bermasyarakat.


"Kalau bahasa jawanya itu "entengan". Meski dulunya sudah tidak menjabat sebagai kepala desa, Pak Wahyudi ini di undang acara hajatan apapun selalu hadir dan intinya bisa menyatu dengan masyarakat,"ungkap Darmanto.


"Yang jelas kami sudah merasakan masa kepemimpinan beliu,"pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, Aris Setyawan Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang mengatakan sesuai aturan Pilkades diikuti minimal dua calon dan maksimal lima calon.


Disebutkan ada lima desa di Kabupaten Semarang yang calonnya adalah pasangan suami istri (pasutri).


“Ketentuan Pilkades kan tidak boleh calon tunggal. Nah beberapa desa di Kabupaten Semarang ini tidak ada yang menjadi pesaing. Sehingga untuk memenuhi aturan lebih dari satu calon,  lima desa ini mengajak istrinya,” terang Aris saat dikonfirmasi wartawan.(*)