Bos Galian C Di Batang Diduga Kebal Hukum Bertahun -:Tahun Aktivitas Menjalankan Pekerjaan Haram Bebas Melenggang -->

Header Menu

Bos Galian C Di Batang Diduga Kebal Hukum Bertahun -:Tahun Aktivitas Menjalankan Pekerjaan Haram Bebas Melenggang

Guntur Matalensa
Saturday, November 19, 2022


BATANG,MATALENSANEWS.com-Diduga galian C iligal yang ada di Desa Satriya  Batang Jawa Tengah tidak tersentuh hukum, Sabtu (19/11/2022).


Saat ditemui di ruang kerjanya Kades Satriyan ( Rohmadi ) mengatakan, terkait adanya Galian C tersebut, sebelum saya menjadi kepala Desa sini ( Satriyan ) saya tidak berbuat apa-apa dan saya sudah pernah membuat aturan batas- batas yang tidak boleh di keduk. Saya juga mengajak kepolisian ke lokasi penambangan agar warga merasa takut kalau di hadapkan dengan polisi,kata kades Satriyan.(16/11/2022).


"Kapasitas saya sebagai kepala Desa minimal sudah pernah melakukan pencegahan aktivitas galian C tersebut, tapi itu tidak dipercaya sama warga," jelasnya.


Bahkan itu pernah di tutup sama Polda Jawa Tengah, tetapi tidak lama hanya itungan hari mereka aktivitas kembali,ujar Kades Satriyan Gringsing - Batang.Polda saja tidak digubris apa lagi saya hanya seorang Kades, keluhnya.


"Saya senang kalau ada yang mau menutup aktivitas galian C tersebut,"


Saya mendukung sekali, saya juga tidak habis pikir sore di tutup sama Polda pagi sudah jalan aktivitas kembali,jelasnya.


Menurut kades Satriyan yang punya atau bos galian C tersebut bernama Ari orang plalen Batang dia juga punya usaha penggilingan batu, katanya.


Menurut warga Satriyan (ML)45, saat ditemui awak media mengatakan, memang galian C tersebut sudah berjalan lama sekali bertahun-tahun tidak ada yang berani menutupnya.


Warga banyak yang kecewa seharusnya habis di keduk itu di rapikan lagi jangan dibiarkan berlobang - lobang.


Bahkan ada yang dikeduk 2-3 Meter terus mau di tanami apa kalau seperti itu, keluh warga Satriyan Gringsing - batang.


Intinya itu merusak ekosistem dan ngawur banget karena ada Bendungan yang di hancurkan padahal itu dibangun dari uang Negara mereka berani menghancurkan seperti tak takut hukum mereka, jelas warga Satriyan. (Agus Susilo)