Tuti Nusandari Roosdiono, Perlu Peran Semua Masyarakat Dalam Penanganan Stunting -->

Header Menu

Tuti Nusandari Roosdiono, Perlu Peran Semua Masyarakat Dalam Penanganan Stunting

Guntur Matalensa
Saturday, November 19, 2022


Ungaran,MATALENSANEWS.com- Tuti Nusandari Roosdiono anggota DPR RI Komisi IX fraksi PDI Perjuangan bersama BKKBN sebagai mitra komisi IX DPR RI adakan Sosialisasi Dan KIE Program Bangga Kencana Di Gedung Balai  Kelurahan Pringapus Kecamatan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Sabtu (19/11/2022).


Turut hadir dalam acara Sosialisasi antara lain,  Drs. Sukaryo Teguh Santoso M.Pd selaku Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan, dan Informasi (ADPIN) BKKBN Pusat, Dra. Dewi Pramuningsih, M. Pd selaku Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, selaku Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Budi Santoso selaku Camat Pringapus,Sis Budiyono Tenaga Ahli Tuti Nusandari Roosdiono, Sahabat Tuti Nusandari Roosdiono, Serta tamu undangan yang hadir.


Tuti Nusandari melalui sambungan teleconverence mengatakan Sosialisasi hari ini dilakukan atas kerjasama kami selaku Anggota Komisi IX DPR RI dengan mitra kerja kami yaitu BKKBN. Salah satu program kerja kami di Komisi IX DPR RI untuk keluarga Indonesia adalah bagaimana kami dapat bersinergi dengan BKKBN untuk penguatan program penurunan stunting yang di targetkan menjadi 14 persen pada tahun 2024 yang mana pada tahun 2021 angka prevalensi stunting masih sebesar 24,4 persen artinya kita hanya punya waktu sekitar tahun lagi untuk mencapai angka 14 persen sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.


" Masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan dukungan secara penuh dari masyarakat, karena anak yg stunting perkembangan kecerdasannya tidak bisa optimal sampai ia nanti dewasa", tambah Tuti.


Di sela-sela acara, Tuti  juga membagikan dorprize berupa 4buah kompor gas, 4 buah magicom,  4buah setrika, dan 10 voucher belanja gratis sehingga masyarakat bersemangat mengikuti sosialisasi. Selain itu para peserta juga mendapatkan uang transport dan cenderamata.


Sementara Dra. Dewi Pramuningsih, M.Pd., sebagai narasumber mengatakan kurang pahamnya masyarakat dalam pola asuh, antara lain pemberian Asi Eksklusif pada bayi, kurangnya asupan gizi pada anak. Selain itu akses air bersih juga menjadi salah satu penyebab stunting.


Perencanaan berumah tangga juga sangat penting, agar nantinya setelah berkeluarga anaknya sehat dan terhindar dari stunting.


" Dengan mengetahui apa aja penyebab stunting masyarakat bisa merencanakan hidup berkeluarga dengan matang, sehingga Indonesia bebas dari Stunting", tambah Dewi(Tri)