Diduga Tilep Anggaran Proyek Pembangunan Gereja Desa Kilo Taliabu Selatan -->

Header Menu

Diduga Tilep Anggaran Proyek Pembangunan Gereja Desa Kilo Taliabu Selatan

Sabtu, 24 Desember 2022


TALIABU,MATALENSANEWS.com - Diduga Tilep Anggaran proyek pekerjaan Pembangunan Gereja yang terletak di lokasi Desa Kilo Kecamatan Taliabu Selatan, Pulau Taliabu Maluku Utara (Malut) dan bangunan tersebut hingga saat ini belum tuntas atau terbengkalai.


Proyek tersebut dilaksanakan oleh Perusahaan CV. Miracle. Proyek pembangunan Gereja dianggarkan, menggunakan APBD tahun 2021 Sebesar Rp1,5 miliar.  Dan Sudah terbengkalai hampir dua tahun di Lokasi Desa Kilo, Kecamatan Taliabu Selatan. 


Salah satu Awak Media Pulau Taliabu menerima kabar yang sangat mengejutkan terkait anggaran pekerjaan Rumah Ibadah itu telah dicairkan 100 persen dan Anggaran nya sudah ludes di tilep oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas proyek pekerjaan pembangunan Gereja tersebut diduga terindikasi korupsi.


Disisi lain, pihak rekanan atau oknum Kontraktor yang tidak bertanggung jawab yang diduga meminjam anggaran para Jemaat Rumah Ibadah tersebut sebesar Rp80 juta untuk pekerjaan lanjutan. 


Dari total pinjaman Anggaran tersebut baru dikembalikan sebesar Rp40 juta.


Meski begitu, hasil dari pembangunan Gereja itu, belum dapat dinikmati oleh Warga Desa Kilo Kecamatan Taliabu Selatan. 


Dari Salah satu informasi dan memberikan pengakuan kepada awak media, mengenai Proyek pekerjaan Pembangunan Gereja yang Terbengkalai  di lokasinya.


Dalam sumber terpercaya ini mengatakan para pekerja yang menangani Proyek pembangunan itu sudah tidak berada di tempat alias Kabur. 


"Setahu kami para pekerja sudah berangkat meninggalkan pekerjaan, proyek tersebut," kata seorang dalam Sumber terpercaya ini yang enggan dipublikasikan namanya dalam pemberitaan ini, Jum'at, 23 Desember 2022, kemarin.


Persoalan proyek pembangunan Gereja itu. Sebelumnya bahkan telah ditelusuri oleh pihak penyidik Polres Kepulauan Sula katanya.


Penyidik Polres Sula mendalami terkait realisasi anggaran pembangunan Gereja itu pada bulan Juni 2022 lalu. Dan melakukan hal tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai proyek tersebut diduga anggaran nya ditilep.  (Tim/Redaksi/Redaksi)