Disebut Perusahaan Ilegal Dalam Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Ini Klarifikasi PT Dina Raya Internusa -->

Header Menu

Disebut Perusahaan Ilegal Dalam Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Ini Klarifikasi PT Dina Raya Internusa

Jumat, 02 Desember 2022

Direktur Utama PT. Dina Raya Internusa, Nasrat.


JAKARTA,MatalensaNews.com  - Pasca ditetapkanya PT(45) dan MJ (42) sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tulungagung Polda Jawa Timur terkait kasus dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi, pada Sabtu (26/11/2022), Direktur Utama PT. Dina Raya Internusa, Nasrat membantah atas pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu.


Pasalnya dalam pemberitaan sejumlah media menyebutkan jika PT Dina Raya Internusa ilegal atau tidak mengantongi izin terkait usaha tersebut.


Selain itu disebut pula bahwa armada yang digunakan untuk mengangkut BBM berupa Solar yang disubsidi pemerintah tersebut diangkut menggunakan truk tangki warna biru putih yang bertuliskan PT Dina Raya Internusa.


"Atas pemberitaan tersebut jelas nama baik kita tercoreng,"tandas Direktur Utama PT. Dina Raya Internusa, Nasrat, kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).


Nasrat mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menyangkal soal armada yang dibuat mengangkut solar subsidi itu di tangkinya bertuliskan PT. Dina Raya Internusa.


Namun ia menegaskan bahwa truk tersebut  bukan mobil inventaris kantor pusat, melainkan mobil kantor cabang yang di salahgunakan. 


"Akibat ulah oknum. Kami semua jadi merasakan imbasnya,"tegasnya.


Ditambahkan Nasrat, PT. Dina Raya Internusa tidak bergerak dibidang pengadaan BBM. Namun, sesuai  sertifikat izin usaha yang dikeluarkan Kementerian ESDM, PT. Dina Raya Internusa  bergerak di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi.


Ia menilai kedua oknum tersebut melanggar klausul yang disebutkan dalam SK.



"Sesuai dengan SK penunjukan sebagai Kepala Kantor Cabang  Wilayah Kediri yang kami terbitkan. Diklausul disebutkan tidak boleh mengangkut BBM yang ilegal dan/atau melanggar hukum. Untuk pengangkutan BBM semua harus melalui kantor pusat," jelasnya.


Lebih lanjut ia memaparkan apabila  kepala cabang tidak mematuhi klausul - klausul yang tertera di SK penunjukan. Maka itu diluar tanggung jawab PT. Dina Raya Internusa.


"Intinya sepengatahuan kami hanya over take dari transportir lain ke mobil tanki PT. Dina Raya Internusa. Adapun oknum yg menyalah gunakan wewenang ini adalah diluar sepengetahuan PT.Dina Raya Pusat," tegasnya.


"Terkait penyalahgunaan solar bersubsidi, kami sangat mendukung pihak aparat kepolisian untuk memberantas praktek - praktek BBM illegal, dan apabila  penyidik Polres Tulungagung meminta klarifikasi terkait kasus tersebut, maka kami siap hadir," pungkasnya.(*)