Diduga SPBU 44.507.04, Tingkir Melayani Truk Ngangsu Ini Tanggapan Direktur PDAU Kota Salatiga -->

Header Menu

Diduga SPBU 44.507.04, Tingkir Melayani Truk Ngangsu Ini Tanggapan Direktur PDAU Kota Salatiga

Kamis, 05 Januari 2023

Direktur PDAU Kota Salatiga, Rudy Satyo Handoko

SALATIGA,MATALENSANEWS.com- Menanggapi adanya dugaan praktik penyalahgunaan solar bersubsidi dalam hal ini 'ngangsu' di SPBU 44.507.04, Tingkir, Direktur PDAU Kota Salatiga, Rudy Satyo Handoko akan mengambil langkah tegas.


Hal itu dilakukan dalam rangka turut mendukung dalam mengawasi dan mengendalikan penjualan solar subsidi.


"Dari manajemen kita tidak mentolerir  sama sekali bahkan kita larang,"tandas Rudy saat ditemui Matalensanews.com, diruang kerjanya, Kamis (5/1/2022).


Terkait dugaan truk 'ngangsu' di SPBU Tingkir, ia menyampaikan bahwa itu oknum dan sudah melakukan pemanggilan terhadap operator.


"Tadi pagi kita sudah memanggil operatornya yang jaga saat kejadian itu dan sudah kita berikan saksi tegas  SP3 langsung surat pengunduran diri,"ungkap Rudy.


Kami jelas tidak mentolerir karena hal itu tidak ada kaitanya dengan kantor (PDAU Salatiga - red)."Kita sudah berulang kali melakukan pembinaan dan melarang bahkan sudah kita tegaskan jika mengulangi harus mempertanggung jawabkan,"kata Rudy dengan gamblang.


Dua anggota kami (operator - red) yang melayani sudah kita minta untuk menandatangani pengunduran diri.


"Kedua anggota kami saat saya tanya apa kalian kerjasama dengan mavia solar, mereka menjawab tidak kerjasama. Kok bisa model begitu, mereka menjawab tidak tahu jika itu 'ngangsu',"jelas Rudy.


Rudy menyebutkan jika ia tidak langsung mempercayai pengakuan dari anggotanya. Harusnya sebagai operator harus jeli dan bisa membedakan mobil tersebut 'ngangsu' apa tidak.


"Kuota pengisiannya juga melebihi. Harusnya kan mengetahui dan jangan dilayani. Itu artinya kerja tidak benar,"paparnya.


Rudy berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Dan itu selalu kita sampaikan saat briefing.


"Aturan kan sudah jelas. Kalau soal 'ngangsu' itu jelas fatal. Saat kita klarifikasi, operator kami mengakui jika melayani mobil 'ngangsu' tapi mereka tidak mengakui kalau kerjasama dengan mavia solar. Mereka mengaku lupa kuotanya berapa,"terang Rudy.


Memang pengisian yang pertama sudah sesuai kuota. Lalu yang pengisian kedua bertambah kuota di mobil yang sama.(*)