Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


 





 


Rabu, 15 Februari 2023, 10:30:00 AM WIB
Last Updated 2023-02-15T03:30:01Z
BERITA UMUMNEWS

Mau Tahu..! Bocoran Skenario Pembatasan Pertalite Buat Mobil dan Motor

Advertisement


Jakarta,MATALENSANEWS.com - Pemerintah akan membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Abdul Halim mengatakan nanti ada golongan kendaraan yang akan ditetapkan.


Untuk jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP/Pertalite) untuk motor bisa semua jenis, kecuali di atas 150 cc. Sedangkan untuk mobil ada 2 pilihan, yaitu semua mobil pelat hitam atau untuk mobil dengan kapasitas 1.400 cc ke atas


"Seluruh mobil plat hitam dilarang atau mobil 1.400 cc," ujar Abdul dalam acara diskusi INDEF, Selasa (14/2/2023).


Selain itu, jika pembatasan konsumsi Pertalite berlaku, maka bisa meraup penghematan hingga Rp 23,5 triliun


"Kita bisa menghemat hingga Rp23,5 triliun untuk Pertalite. Sementara Solar sebesar Rp6 triliun sampai Rp7 triliun," terang Abdul


Dia mengatakan untuk penerapan ini juga akan dilihat momentum yang tepat. "Tahun ini kan tahun politik, jadi paling susah untuk ambil keputusan," katanya.


Tapi, ada beberapa opsi penerapan yaitu bisa diimplementasikan 1 Maret sebelum lebaran atau 1 Mei setelah lebaran.


Penghematan yang bisa dilakukan dengan pengaturan ini jika diterapkan 1 Maret 2023 adalah pemerintah bisa menghemat 8,2 juta kiloliter. Lalu jika dimulai 1 Mei 2023 adalah 6,6 juta kiloliter.


Kemudian untuk jenis bahan bakar tertentu (JBT) bisa dibeli oleh kendaraan perorangan plat hitam kategori pickup roda 4, kecuali double cabin.


"Untuk angkutan umum plat kuning bebas. Lalu transportasi khusus kereta api penumpang dan barang yang mengangkut kebutuhan pokok," jelas dia.


Lalu untuk JBT ini jika diterapkan 1 Maret 2023 maka bisa menghemat 1,7 juta kiloliter. Jika diterapkan 1 Mei 2023 adalah 1,3 juta kiloliter.


"Untuk penghematan nilai tentunya akan menyesuaikan asumsi kurs. Sekarang menggunakan Rp 14.800. Tapi kan akan bergerak terus, jika rupiah melemah akan berbeda," jelas dia.(Redaksi/GT)