Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Selasa, 04 Juli 2023, 5:56:00 PM WIB
Last Updated 2023-07-04T10:56:49Z
BERITA PERISTIWANEWS

Gibran, Sudah Ada Penggantinya Terkait Masalah Putu Sumarjaya Kena OTT KPK

Advertisement


Solo,MATALENSANEWS.com-Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut sudah ada pengganti Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I wilayah Jawa bagian Tengah Semarang Putu Sumarjaya yang tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Menurutnya, sudah ada pengganti pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. “Kepala balai sudah ada yang baru, sudah ada,” kata Gibran ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (3/7/2023) pagi. Gibran mengaku belum pernah bertemu dengan Kepala BTP Kelas I Semarang yang baru.


Ditanya wartawan sejumlah kontraktor meminta bantuan Gibran supaya ada jaminan serta segera ada pembayaran atas progres proyek Elevated Rail Simpang Tujuh Joglo termasuk pembangunan Viaduk Gilingan  sejak April 2023, Gibran membenarkan adanya permintaan bantuan itu.


Gibran mengaku segera bertemu Kepala BTP Kelas I Semarang yang baru ditunjuk. “Iya kemarin, nanti ya. Nanti kita tindak lanjuti. Pokoknya kita kejar tanggal 8 Juli 2023 Viaduk dibuka,” ungkapnya.


Menurut dia, masalah termin yang belum dibayarkan kepada sejumlah kontraktor  proyek Elevated Rail Simpang Tujuh Joglo termasuk pembangunan Viaduk Gilingan bisa ditanyakan ke BTP Kelas I Semarang, bukan Pemkot Solo.


Sebelumnya, termin yang belum dibayarkan BTP Kelas I Semarang kepada kontraktor proyek Elevated Rail Simpang Tujuh Joglo termasuk pembangunan Viaduk Gilingan lebih dari Rp50 miliar.


Site Manager Penataan Viaduk Gilingan, Niko Herlambang, menjelaskan kendala yang dihadapi sejumlah kontraktor tidak adanya pejabat definitif yang bisa mengambil keputusan setelah Putu Sumarjaya menjadi salah satu target Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK awal April lalu.


“Ada PLH [Pelaksana Harian] itu kan tidak bisa mengambil keputusan sehingga yang namanya terkait dengan administrasi seperti surat-menyurat itu kan kita kadang macet. Masalah utama itu. Ini juga berlaku semua paket pekerjaan yang ada di sini sih,” katanya Senin (26/6/2023).


Saat melakukan penelusuran melalui melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada sejumlah paket pekerjaan, antara lain PT Calista Perkasa Mulia dengan kontrak Rp127.147.204.800 untuk paket pembangunan jalur ganda kereta api (KA) Elevated Antara Solo Balapan-kadipiro KM KM.106+900 sampai dengan KM. 107+914 termasuk BH 314A dan BH 314B.


Selanjutnya PT Wijaya Karya (Wika) dengan Rp280.477.352.593 untuk pembangunan jalur KA elevated antara Solo Balapan sampai Kadipiro KM 104+700 hingga KM. 107+000 (tahap satu).


PT Adhi Karya dengan kontrak Rp184.418.854.764 untuk pembangunan jalur KA elevated antara Solo Balapan-Kadipiro KM.104+900 sampai dengan KM. 106+900 (tahap dua).


Berikutnya PT Istana Putra Agung dengan kontrak Rp.182.207.461.156,6 untuk pembangunan jalur ganda KA elevated antara Solo Balapan- Kadipiro KM 104+900 sampai dengan KM 106+900. Namun Direktur PT Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto, menjadi salah satu tersangka suap.


“Baik Wika dan Adhi Karya permasalahannya sama, konsultan kami juga. Kan masalah cash flow gitu jadi kerjaan yang sudah diselesaikan itu ‘kan belum bisa terminkan gitu. Nah sehingga cash flow terganggu,” paparnya.


Dia mengatakan perusahaan pelaksana pembangunan mengalami cash flow tidak sehat bisa membuat pekerjaan mandek. Apabila pekerjaan mandek bakal berdampak sosial di kawasan sekitar.


“Makanya dari pimpinan kami tetap komitmen itu diselesaikan hanya minta jaminan gitu. Apalagi Viaduk Gilingan itu kan sebenarnya belum ada item kontrak kami yang awal sehingga kami butuh kepastian bahwa yang pertama pekerjaan kami itu nanti dibayar. Kemudian bekerja yang sudah kami selesaikan ini bisa dibayar sehingga cashflow kami sehat,” ujarnya.


Menurut dia, pembangunan Viaduk Gilingan yang molor akan berdampak pada pekerjaan yang ditangani Wika. Wika berencana menutup total simpang Joglo setelah pembukaan Viaduk Gilingan. Namun Viaduk Gilingan molor.


Niko menjelaskan sudah bertemu dengan Wali Kota Solo serta menyatakan komitmen PT Calista Perkasa Mulia menyelesaikan pekerjaan. Dia meminta bantuan Gibran supaya ada jaminan serta segera ada pembayaran atas progress pekerjaan sejak April 2023.(Red)