Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Jumat, 01 September 2023, 1:36:00 AM WIB
Last Updated 2023-08-31T18:36:31Z
BERITA PERISTIWANEWS

Aksi Tawuran Antar Pelajar, Satu Nyawa Melayang

Advertisement



UNGARAN |MATALENSANEWS.com - Peristiwa tawuran antar kelompok pelajar yang terjadi di Jalan Raya Ampel - Simo, tepatnya di Dusun Pereng Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang, Kamis (31/9/2023) malam sekira pukul 19.30 wib.


Akibat aksi tawuran itu satu orang pelajar meninggal dunia. Korban bernama Ahmad Kurniawan pelajar SMK 1 Kaliwungu kelas 12 TKR 2.


Korban yang merupakan warga Dusun Sendang Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit PKU Muhamadiyah Boyolali.


Berdasar informasi dihimpun, indikasi kejadian  tawuran antar sekolah sudah turun temurun oknum siswa SMK N 1 Kaliwungu sering terlibat tawuran dengan oknum siswa SMK Muhamadiyah 4 Boyolali.


Disebutkan sejumlah sumber terpercaya, diduga kejadian tersebut merupakan kelanjutan tawuran yang terjadi pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2023 antara oknum siswa SMK N 1 Kaliwungu dengan oknum siswa SMK Muhamadiyah 4 Boyolali.


Kepala Desa Jetis, Ahmad Zaedi Saputra saat dikonfirmasi,  dirumah duka Jumat (1/9/2023) dini hari membenarkan terkait peristiwa tersebut."Ia benar. Korban beranama Ahmad Kurniawan,"katanya.


Zaedi menyampaikan, dirinya mendapat kabar peristiwa tersebut saat hendak berangkat acara bersih desa.


"Karena dapat kabar ada tawuran dan korbannya warga saya, sehingga saya langsung menuju lokasi dan saya langsung mengemudi ambulan,"ungkapnya.


Zaedi menambahkan, dirinya langsung mengantar korban ke PKU Muhamadiyah Boyolali.


"Karena di Puskesmas Kaliwungu tidak ditangani hingga setengah jam dan hanya didiamkan. Mungkin tidak berfungsi puskesmasnya,"tandas Zaedi.


Zaedi menyebut jika korban adalah sosok yang baik."Anaknya itu baik tidak pernah neko neko dan pendiam,"ucapnya.


Menurut keterangan Sawiji, tetangga korban mengatakan, sebelumnya korban pamit kepada orang tua hendak pergi mengaji.


"Tiba tiba keluarga dapat kabar kurang lebih pukul 20.30 wib jika Kurniawan meninggal dunia,"katanya saat dikonfirmasi harian7.com.


Sementara itu pihak kepolisian saat dikonfirmasi perihal peristiwa tersebut masih enggan memberikan keterangan.


"Nanti kita kabari mas. Saat ini masih lidik karena peristiwanya baru saja terjadi,"kata salah satu anggota polisi.(GT)