Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



Jumat, 05 Januari 2024, 5:47:00 PM WIB
Last Updated 2024-01-05T10:47:27Z
BERITA PERISTIWANEWS

Direktur RSUD Labuha Ferdian Hidayat Meluruskan Pemberitaan Pasien Lakalantas

Advertisement

Direktur RSUD Labuha, Ferdian Hidayat

LABUHA |MatalensaNews.com– Terkait  dengan pemberitaan yang berjudul Kontroversi di RSUD Ibukota Labuha. Dokter diduga memaksa perawatan jalan untuk pasien, korban lakalantas.


Direktur RSUD Labuha, Ferdian Hidayat angkat bicara bahwa, kronologis kejadian pasien atas nama Ishak T. Thalib asal warga Masyarakat Desa Posi-Posi Kecamatan Kayoa Selatan berdomisili sementara di ibu/kota Labuha memaparkan bahwa, saat itu pasien di rujuk ke IGD RSUD Labuha pada tanggal 03 januari 2024 sekitar pukul 07:00 Wit, bersangkutan menjalani Diagnosis; Multipel Vulnus Excertum, Vulnus Laseratum dan regio nasal," kata Ferdian. Jum'at (5/1/2024).


Kronologi kejadiannya pasien kecelakaan lalu lintas dan mengalami luka lecet di bagian wajah, kaki, tangan dan terdapat luka robek di hidung sehingga membuat korban pingsan serta Muntah.


"Sedangkan tanda-tanda penurunan kesadaran dapat diperjelaskan bahwa pasien tidak ada tanda-tanda krepitasi dan deformitas." ucapnya.


Ferdian juga mengatakan bahwa, pasien tersebut juga menolak untuk di periksa gigi atau menolak membuka mulutnya.


Sementara untuk penanganan di IGD pada langkah awal yang dilakukan saat itu, pasien tiba di IGD RSUD Labuha, sekitar pukul 07.00 Wit. langsung dilakukan pemeriksaan fisik dan diberikan tindakan.


Dari hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa pasien mengalami luka robek di hidung, dan luka lecet pada wajah maupun badan sehingga pasien segera dilakukan penanganan tindakan hecting 2 jahitan di hidung, perawatan luka, dengan pemberian obat anti nyeri, dan anti infeksi (anti biotik)," Ujarnya.


Setelah itu pasien juga diobservasi selama 4 jam dan dinyatakan stabil sehingga di resepkan obat untuk pulang (keluar dari RSUD) sekitar pukul 11.30 Wit.


Sebelumnya pasien juga dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan mengontrol kembali ke Poli gigi dan poli bedah jika ada keluhan nanti.


Sekitar pukul 00:30 Wit, pada malam hari tanggal 04 januari 2024, pasien tersebut kembali ke IGD bersama keluarga dan temannya, pasien juga bisa berjalan sendiri dan naik sendiri di kursi roda.


Pasien sempat keluhkan pusing dan sakit pada bagian mulut (gigi) dan mengaku awalnya dalam kondisinya stabil saat dipulangkan oleh dokter serta sudah di berikan informasi.


"Dokter sempat menanyakan ke pasien kenapa Kembali ke IGD, alasannya pasien tinggal sendirian di rumahnya tidak ada yang bisa rawat dan berikan makanan. Itu sebabnya pasien meminta di rawat di rumah sakit." Ungkap Ferdian.


Ia juga sempat terjadi diskum sehingga menimbulkan perdebatan antara dokter dan keluarga pasien. 


Pasien juga sempat diperiksa oleh dokter IGD RSUD Labuha dan merencanakan untuk foto rontgen, awalnya keluarga setuju tetapi tiba-tiba berubah pikiran dan menolak dilakukan foto rontgen.


Untuk hasil pemeriksaan fisik pasien dalam keadaan stabil dan tidak memerlukan perawatan inap atau penanganan lebih lanjut. 


"Namun pasien tidak mau lagi dilakukan rontgen dan langsung pulang (pergi bersama keluarga meninggalkan rumah sakit)," Akhiri Ferdian selaku Dirut RSUD Labuha. (Red)