Advertisement
Laporan: Rendy
Demak|MATALENSANEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah, berharap adanya penambahan mesin pompa penyedot air sebagai langkah antisipasi menghadapi rob saat musim hujan. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penyusutan genangan, terutama di kawasan rawan rob seperti Kecamatan Sayung.
Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, hingga saat ini penanganan rob masih mengandalkan mesin pompa yang tersedia. Namun, jumlahnya belum mencukupi, terlebih kolam retensi di Sriwulan yang seharusnya difungsikan menampung limpasan air belum sepenuhnya rampung.
“Jika jumlah pompa tidak ditambah, dikhawatirkan rob di jalur Pantura, khususnya Sayung, tidak bisa cepat surut. Apalagi Demak juga mendapat kiriman air hujan dari wilayah dengan topografi lebih tinggi,” ujarnya saat meninjau pembangunan jalan usaha tani melalui program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Geneng, Kecamatan Mijen, Kamis (21/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Dandim 0716/Demak Letkol Arm Dony Romansah dan Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha.
Eisti’anah menambahkan, meskipun saat musim kemarau rob tetap muncul dan membutuhkan waktu lama untuk surut, pada musim hujan kondisinya lebih mengkhawatirkan. Oleh karena itu, upaya antisipasi harus dilakukan sejak dini.
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait ketersediaan mesin pompa. Dari hasil pengecekan, pengadaan tambahan pompa masih dalam proses.
Menurutnya, optimalisasi pompa yang ada terbukti mampu mengurangi genangan rob di beberapa titik Sayung. Namun, jika curah hujan tinggi melanda sebelum kolam retensi selesai 100 persen, kapasitas pompa saat ini dinilai tidak memadai.
“Dalam rapat koordinasi di Provinsi Jateng bersama gubernur, Komisi V DPR RI, serta perwakilan Kota Semarang, kami sampaikan bahwa penggunaan pompa sangat vital. Karena itu, kami terus mendorong penambahan pompa sebagai bagian dari usulan yang sudah kami ajukan sebelumnya,” jelasnya.
Pemkab Demak berharap, pemerintah pusat maupun provinsi segera menindaklanjuti usulan tersebut agar persoalan rob yang kerap mengganggu aktivitas warga di jalur Pantura bisa tertangani lebih cepat dan efektif.
Seperti diketahui, rob kembali muncul di Jalan Demak-Semarang, Kecamatan Sayung, setelah sebelumnya sempat surut berkat pengerahan mesin pompa penyedot air di sejumlah titik.