Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 28 Agustus 2025, 10:15:00 PM WIB
Last Updated 2025-08-28T15:15:55Z
BERITA UMUMNEWS

Pemkab Demak Dukung Gerakan Pangan Murah Serentak di 7.285 Kecamatan Seluruh Indonesia

Advertisement


Laporan:Rendy


DEMAK | MatalensaNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Program ini merupakan arahan Presiden dalam rangka mendukung Asta Cita serta memperingati HUT Kemerdekaan RI, dengan harapan mampu menekan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.


Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Demak menggelar rapat persiapan di Gedung Gradhika Bina Praja, Kamis (28/8/2025).


Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, dalam arahannya menegaskan pentingnya pendataan calon pembeli di setiap kecamatan agar program berjalan tepat sasaran.


"Kami instruksikan agar masing-masing kecamatan melakukan pendataan warga calon pembeli. Selain itu, dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemda, TNI, Polri, Forkopimda, Camat hingga Kepala Desa, sangat diperlukan agar kegiatan ini sukses," ujarnya.


Untuk wilayah Kabupaten Demak, alokasi pangan murah meliputi beras sebanyak 2 ton per kecamatan dengan harga Rp57.500 per zak 5 kg, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak, Agus Herawan, menambahkan bahwa droping beras dari Bulog harus dilakukan H-1, yaitu pada Jumat (29/8/2025), sehingga distribusi di 14 kecamatan dapat dilakukan tepat waktu sejak Sabtu pagi.


"Para Camat juga diminta menyiapkan contact person yang bertanggung jawab atas penerimaan barang, sehingga distribusi lebih tertib dan terkoordinasi," jelasnya.


Sementara di tingkat nasional, Gerakan Pangan Murah akan menyalurkan kurang lebih 8.000 ton beras dari Bulog. Kegiatan ini juga akan dicatatkan sebagai Rekor MURI sebagai penyaluran pangan terbesar di Indonesia, dengan acara utama terpusat di salah satu kecamatan melalui telekonferensi bersama Kemendagri.