Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 01 Desember 2025, 12:15:00 AM WIB
Last Updated 2025-11-30T17:15:21Z
BERITA PERISTIWANEWS

DKP Jateng: Ribuan Ikan Mati di Pantai Morosari Bukan Karena Pencemaran, tetapi Kekurangan Oksigen

Advertisement


Laporan : Rendy


DEMAK | MatalensaNews.com — Matinya puluhan ribu ikan yang terdampar di Pantai Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sejak beberapa hari terakhir memicu beragam spekulasi publik. Banyak pihak menduga fenomena tersebut terjadi akibat pembuangan limbah industri di sekitar kawasan pesisir.


Namun, dugaan tersebut dibantah oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah. Setelah melakukan pemeriksaan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak, pihak DKP memastikan bahwa kematian massal ikan bukan disebabkan oleh pencemaran, melainkan karena rendahnya kandungan oksigen terlarut di perairan setempat.


Tidak ada pencemaran, tetapi air di situ kurang oksigen,” tegas Kepala DKP Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, saat dikonfirmasi, Minggu (30/11).


Endi menjelaskan bahwa meskipun kawasan tersebut dikelilingi banyak pabrik, hasil pemeriksaan lapangan maupun pengujian kualitas air menunjukkan tidak adanya indikasi pencemaran oleh aktivitas industri di wilayah itu. “Hanya saja kondisi airnya memang buruk sekali dan oksigen terlarutnya sangat rendah,” ujarnya.


Lebih jauh, Endi menilai bahwa kawasan pesisir Desa Bedono sebenarnya tidak layak dijadikan lokasi tambak budidaya ikan. Selain berada dekat kawasan industri, wilayah itu juga kerap terkena banjir rob. Air rob tersebut membawa berbagai jenis limbah—mulai dari limbah rumah tangga, limbah pabrik hingga kotoran lainnya—yang dapat memengaruhi kualitas perairan dan menurunkan kadar oksigen.


Hingga kini fenomena ribuan ikan mati di Pantai Morosari masih menjadi perhatian warga dan pemerhati lingkungan. DKP bersama DLH akan terus memantau kondisi perairan guna mencegah kejadian serupa terulang.