Advertisement
Laporan : Aris Yanto/Rendy
DEMAK|MatalensaNews.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak awal Januari 2026 hingga kini masih merendam empat desa yang tersebar di tiga kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak per Rabu (28/1/2026) sore, ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 60 sentimeter.
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air menyusul tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
“Curah hujan yang tinggi di Demak mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan menyebabkan banjir,” kata Agus melalui pesan tertulis, Rabu sore.
Banjir tersebut merendam akses jalan, permukiman warga, serta berdampak pada ribuan warga.
Adapun rincian wilayah terdampak sebagai berikut:
Di Kecamatan Karangtengah, banjir terjadi di Dukuh Batu Krajan, Desa Batu. Ketinggian air di jalan dan permukiman masing-masing mencapai 5 sentimeter. Sebanyak 310 rumah terendam dan 1.590 warga terdampak.
Sementara di Kecamatan Sayung, banjir melanda dua desa. Di Desa Kalisari, ketinggian air di jalan utama berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter, sedangkan di permukiman 10 hingga 20 sentimeter. Tercatat 400 rumah terendam dengan 1.200 warga terdampak.
Masih di Kecamatan Sayung, Desa Sayung mengalami banjir dengan ketinggian air di jalan antara 20 hingga 60 sentimeter dan di permukiman 10 hingga 30 sentimeter. Sebanyak 958 rumah terendam dan 4.090 warga terdampak.
Sedangkan di Kecamatan Bonang, banjir terjadi di Desa Tridonorejo dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter yang menggenangi jalan utama sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Agus menambahkan, upaya penanganan banjir terus dilakukan dengan mengerahkan pompa berkapasitas besar serta mengoperasikan rumah pompa di sejumlah titik rawan. Sejumlah pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah telah diterjunkan, khususnya di wilayah Sayung.
“Pengoperasian dua mobile pump milik BBWS dan satu mobile pump Pusdataru dilakukan di wilayah Sayung Kidul,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi banjir di Demak menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya merendam 13 desa, kini banjir tersisa di empat desa.
“Untuk wilayah Sayung, ketinggian air di permukiman 10 hingga 30 sentimeter dan mengalami tren penurunan,” ungkap Agus.
Meski demikian, BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, serta berhati-hati dalam beraktivitas di wilayah terdampak banjir.

