Advertisement
TERNATE | MatalensaNews.com– Dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berkebutuhan khusus bernama Daus terjadi di sebuah rumah makan di Kelurahan Santiong, Kota Ternate, Maluku Utara. Peristiwa tersebut menyita perhatian publik setelah rekaman CCTV kejadian itu beredar luas di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Rumah Makan Ayam Geprek Adiba, Kelurahan Santiong, pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 11.40 WIT. Korban diketahui merupakan anak dengan keterbelakangan mental.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak seorang pria diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Terduga pelaku disebut-sebut merupakan oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polda Maluku Utara, tepatnya pada Unit Satuan Reserse Narkoba.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Ternate. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STPL/01/I/2026/Res Ternate.
Kuasa hukum korban, Mursid Ar Rahman, S.H., C.La., menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum secara pidana maupun etik. Selain laporan pidana, pihaknya juga berencana melaporkan terduga pelaku ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku Utara.
“Jika terbukti bersalah, oknum tersebut harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak menutup kemungkinan dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH,” tegas Mursid saat ditemui, Senin (05/01/2026).
Pihak keluarga korban menyatakan tidak dapat menerima tindakan kekerasan terhadap anak dengan keterbatasan mental. Mereka menilai perbuatan tersebut tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum.
Perwakilan keluarga korban, Iphul Syahbuddin, meminta agar penanganan perkara ini dilakukan secara transparan, profesional, dan terbuka kepada publik.
“Kami berharap aparat penegak hukum bertindak objektif dan tidak menutup-nutupi kasus ini,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Maluku Utara terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam peristiwa tersebut.(Jak)


