Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 29 Januari 2026, 1:43:00 AM WIB
Last Updated 2026-01-28T18:55:14Z
BERITA POLISINEWS

Kapolres Demak Tekankan SOP Ketat Pengamanan Liga 4 Jateng, Keselamatan Penonton Prioritas

Advertisement


Laporan : Rendy/Aris Yanto 


Demak |MatalensaNews.com– Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengingatkan bahwa sepak bola merupakan olahraga rakyat yang sangat dicintai masyarakat. Namun di balik tingginya antusiasme suporter, terdapat potensi kerawanan yang harus diantisipasi dengan manajemen pengamanan yang matang dan profesional.


Hal tersebut disampaikan Kapolres saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) pengamanan kompetisi Liga 4 Jawa Tengah yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Demak, Selasa (27/1/2026).


AKBP Arrizal menegaskan, pengamanan pertandingan sepak bola harus berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat sebagaimana diatur dalam Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2002. Ia menekankan tidak boleh ada tindakan aparat di luar prosedur yang telah ditetapkan.


“Belajar dari berbagai evaluasi pertandingan sebelumnya, ada beberapa poin krusial yang perlu kita tekan. Pengamanan harus berpedoman pada SOP yang ketat. Tidak boleh ada tindakan di luar prosedur. Keselamatan penonton dan pemain adalah prioritas tertinggi,” tegasnya dalam rilis resmi.


Kapolres juga menyoroti pentingnya pengaturan zona pengamanan dengan memastikan sterilisasi ring 1, ring 2, dan ring 3. Selain itu, pemeriksaan barang bawaan penonton harus dilakukan secara teliti guna mencegah masuknya barang terlarang seperti senjata tajam, minuman keras, maupun flare ke dalam stadion.


“Penyelenggaraan pertandingan sepak bola dengan massa besar memiliki tingkat risiko keamanan yang kompleks. Kita dituntut tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga secara manajerial,” jelasnya.


Menurut Kapolres, kehadiran seluruh unsur terkait dalam Rakor Linsek bertujuan untuk memitigasi potensi gangguan nyata, mulai dari konflik antarsuporter, pelanggaran kapasitas stadion, hingga gangguan arus lalu lintas yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.


Ia juga meminta panitia pelaksana memastikan kelayakan stadion, termasuk kesiapan pintu darurat, ketersediaan tim medis, serta sistem pencahayaan yang memadai guna menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.


“Pengamanan ini tidak bisa berdiri sendiri. Komunikasi antarinstansi, baik Polri, TNI, maupun steward di dalam stadion, harus berjalan linier dan terintegrasi melalui satu komando yang jelas,” pungkasnya.