Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 10 Januari 2026, 10:32:00 PM WIB
Last Updated 2026-01-10T15:32:04Z
BERITA PERISTIWANEWS

Mobil Relawan PMI Kota Magelang Terguling di Gunung Slamet, Rem Blong Diduga Jadi Penyebab

Advertisement


Laporan : Sofie Rahmawati 


MAGELANG|MatalensaNews.com – Misi kemanusiaan di Gunung Slamet, Jawa Tengah, berakhir duka bagi rombongan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang. Sebuah mobil operasional yang mengangkut belasan relawan terguling setelah diduga mengalami kegagalan fungsi rem saat melintas di jalur turunan, Sabtu (10/1/2026).


Insiden kecelakaan terjadi ketika rombongan relawan dalam perjalanan pulang usai melaksanakan tugas kemanusiaan. Kendaraan nahas tersebut melaju menuruni jalur pendakian dengan kontur tajam sebelum akhirnya kehilangan kendali.


Salah satu relawan, Sugeng Karyono, mengungkapkan detik-detik mencekam saat kejadian. Menurutnya, mobil tiba-tiba melaju tak terkendali dan bergerak zig-zag di lintasan aspal yang menurun.


“Rasanya seperti ngeplos. Sopir tetap tenang dan sengaja tidak berteriak supaya kami tidak panik, padahal rem sudah tidak berfungsi,” ujar Sugeng saat ditemui di RSUD Tidar, Kota Magelang, Sabtu (10/1/2026).


Mobil akhirnya terguling saat mencapai area yang relatif datar. Sugeng mengalami luka sobek tak beraturan di bagian pinggul dan kaki akibat gesekan dengan kerikil jalan. Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan dari arah berlawanan sehingga dampak kecelakaan tidak semakin parah.


Data sementara mencatat sedikitnya 12 relawan PMI mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan ringan hingga berat. Para korban merupakan relawan yang baru saja menyelesaikan misi pencarian seorang pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Slamet.


Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memastikan Pemerintah Kota Magelang akan bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan medis seluruh korban. Ia menilai musibah tersebut sebagai risiko berat yang kerap dihadapi relawan kemanusiaan saat bertugas di medan ekstrem.


“Seluruh biaya perawatan para korban kami tanggung. Kami mengapresiasi dedikasi para relawan dan memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal,” kata Damar.


Hingga berita ini diturunkan, para korban masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan, sementara pihak terkait melakukan evaluasi terhadap kendaraan operasional guna mencegah kejadian serupa terulang.