Advertisement
Laporan : Aris Yanto/Rendy
DEMAK|MatalensaNews.com – Meski ruang kelas terendam banjir, para siswa SD Negeri Kalisari 1, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tetap menunjukkan semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Banjir yang menggenangi lingkungan sekolah tersebut telah berlangsung lebih dari 10 hari dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter, Kamis (22/1/26).
Akibat kondisi tersebut, para siswa terpaksa mengikuti pelajaran dengan kaki terendam air banjir. Proses pembelajaran pun tidak dapat berjalan secara maksimal karena sebagian besar ruang kelas tergenang, sehingga aktivitas belajar mengajar menjadi terbatas.
Pihak sekolah mengungkapkan telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak banjir, salah satunya dengan melakukan pompanisasi setiap hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang optimal karena air banjir terus kembali menggenangi area sekolah.
Menurut pihak sekolah, banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase di sekitar lokasi serta posisi bangunan sekolah yang lebih rendah dibandingkan saluran pembuangan air di sekitarnya. Kondisi ini membuat air mudah masuk dan sulit surut.
Meski dalam situasi tidak ideal, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan. Namun demikian, pihak sekolah terpaksa mempersingkat jam pelajaran demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa.
“Anak-anak tetap masuk sekolah, tapi tidak sampai siang karena kelasnya terendam. Kami khawatir kondisi ini membebani anak-anak dan bisa membuat mereka sakit,” ujar Kumiyati, salah satu guru SD Negeri Kalisari 1.
Pihak sekolah juga mengaku khawatir terhadap risiko kesehatan siswa, mulai dari terpeleset hingga terserang penyakit akibat terlalu lama terpapar air banjir. Situasi ini dinilai sangat mengganggu kelancaran proses pembelajaran.
Sekolah berharap dinas terkait serta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memberikan solusi jangka panjang, seperti peninggian lokasi sekolah dan perbaikan sistem drainase, agar banjir tidak terus berulang dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

