Advertisement
Laporan : Sofie Rahmawati
MAGELANG|MatalensaNews.com – Bencana tanah longsor di tiga titik mengakibatkan jalur alternatif Magelang–Boyolali di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, terputus total, Rabu (21/1). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari kedua arah.
Anggota relawan Kecamatan Sawangan, Suroto Cantrik, menjelaskan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Sawangan sejak Selasa (20/1) petang. Material longsoran berasal dari tebing bahu jalan dan menutup badan jalan di sejumlah lokasi.
“Titik longsor ada tiga, satu di Dusun Gitung, Desa Ketep, dan dua titik di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan,” kata Suroto di lokasi kejadian.
Menurutnya, jalur alternatif Magelang–Boyolali di Desa Wonolelo hingga Rabu siang masih tertutup total oleh material longsor. Sementara itu, material longsoran di Dusun Gitung, Desa Ketep, telah berhasil dibersihkan sehingga jalan sudah dapat dilalui kendaraan.
“Ini di Desa Wonolelo, kurang lebih di KM 20 dari Blabak arah jalan tembus Magelang–Boyolali,” jelasnya.
Selain di Desa Wonolelo, laporan dari masyarakat dan relawan menyebutkan masih terdapat dua ruas jalan lain yang tertimbun longsor, masing-masing di Dusun Gondangsari dan Dusun Windusabrang.
Berdasarkan laporan, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Ketep dan sekitar pukul 02.15 WIB di Desa Wonolelo. Di Desa Wonolelo, material longsoran memiliki ketebalan sekitar 1 hingga 1,5 meter dan menutup jalan sepanjang kurang lebih 30 meter.
“Yang terbesar ini di Dusun Wonolelo. Tidak ada korban jiwa karena saya langsung berjaga di lokasi. Kendaraan sempat saya hentikan dan tidak diperbolehkan melintas,” ungkap Suroto.
Ia menambahkan, jalur alternatif Magelang–Boyolali memang kerap dilanda longsor setiap musim penghujan. Sejak awal tahun ini, jalur tersebut tercatat sudah dua kali tertimbun longsor.
Untuk sementara, aktivitas masyarakat yang hendak menuju Kabupaten Boyolali maupun sebaliknya diarahkan menggunakan jalur alternatif lain. Warga juga diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tebing tinggi di sepanjang jalur tersebut rawan longsor saat hujan deras.
Sementara itu, Kapolsek Sawangan AKP Glenter Pitoyo mengatakan proses pembersihan material longsor menggunakan alat berat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Panjang material yang menimbun jalan mencapai 30 meter dengan ketebalan hingga 1,5 meter.
“Untuk sementara kendaraan yang akan mengarah ke Boyolali kami alihkan melalui jalur Sengi, Tlogolele, Klakah, dan Jrakah, maupun sebaliknya,” kata Glenter.
Ia menegaskan, proses pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh berbagai unsur. “Kami dari kepolisian bersama TNI, BPBD, TRC, relawan, serta anggota Polresta Magelang bahu-membahu melaksanakan pembersihan awal,” pungkasnya.

