Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 04 Februari 2026, 7:44:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-04T12:44:09Z
BERITA UMUMNEWS

BPK RI Goes To School di Demak, Dorong Literasi Keuangan Negara untuk Pendidikan Berintegritas

Advertisement


Laporan : Rendy


DEMAK | MatalensaNews.com-Menindaklanjuti surat dari Sekretariat Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melalui program BPK RI Goes To School, BPK RI menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Literasi Keuangan Negara untuk Pendidikan yang Berintegritas dan Berkelanjutan”.


Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (DPD PGSI) Kabupaten Demak, dan berlangsung di Gedung IPHI Demak, Selasa (3/2/2026). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi BPK RI kepada para tenaga pendidik serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan.


Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi, yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan pentingnya literasi keuangan negara dalam mendukung dunia pendidikan yang berintegritas dan berkelanjutan.


“BPK hadir untuk mendorong literasi keuangan negara agar pendidikan dapat berjalan dengan integritas dan berkelanjutan,” ujar Fathan dalam paparannya.


Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para pendidik, khususnya guru-guru sekolah swasta.


“Hari ini kita melakukan acara silaturahmi dengan guru-guru dan tenaga pendidik. Materinya lebih pada pengenalan tugas dan fungsi BPK,” jelas Ahmad Luthfi.


Ia menambahkan, pemahaman tentang peran BPK RI penting bagi para pendidik sebagai bagian dari lembaga negara yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara.


“Teman-teman guru ini juga perlu tahu apa itu BPK, karena kami bagian dari lembaga negara yang mengawal keuangan negara,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyampaikan gambaran umum terkait permasalahan administrasi di dunia pendidikan yang kerap ditemukan dalam pemeriksaan BPK.


“Masalah administrasi di dunia pendidikan pasti ada. Kami sampaikan beberapa hal yang sifatnya edukasi dari temuan-temuan BPK, namun ini masih sebatas perkenalan dan silaturahmi,” tegasnya.


Ia turut menyinggung peran strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam kebijakan pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar.


“Untuk kebijakan pendidikan, kewenangan SD dan SMP ada di daerah. Maka DPRD dan pemerintah daerah memiliki peranan penting dalam penanganan pendidikan,” imbuhnya.


Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, sebagai narasumber. Selain itu, turut hadir Direktur Pengelolaan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK, Suandi.


Acara dipandu oleh Ketua PGSI Kabupaten Demak, Noor Salim, sebagai moderator, dan diikuti oleh anggota PGSI se-Kabupaten Demak, perwakilan organisasi kemasyarakatan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), santri, siswa, serta awak media.