Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 17 Februari 2026, 6:12:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-17T11:12:02Z
BERITA PERISTIWANEWS

Dua Titik Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Kebonagung, Bupati Eisti’anah Pastikan Penanganan Darurat Dipacu

Advertisement


Laporan : Farid


DEMAK|MatalensaNews.com – Penanganan tanggul jebol di Sungai Tuntang, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat.


Bupati Demak Eisti'anah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk percepatan penanganan darurat dan penutupan tanggul yang jebol.


“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS untuk penanganan darurat dan penutupan tanggul. BBWS sudah melakukan langkah penanganan dan dalam waktu dekat dilakukan penutupan tanggul,” ujar Eisti’anah saat meninjau lokasi, Selasa (17/2/2026).


Dua Titik Jebol, Akses Jalan Terdampak


Tanggul Sungai Tuntang dilaporkan jebol di dua titik pada Senin (16/2/2026) antara pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB. Salah satu titik jebol memiliki panjang sekitar 40 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter, serta berdampak pada akses jalan sepanjang 25 meter di Dukuh Wareng, Desa Kebonagung.


Sementara itu, titik kedua memiliki panjang sekitar 25 meter dan berada di desa yang sama.


Akibat jebolnya tanggul, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pengoperasian alat berat serta pembersihan lumpur yang menutup akses Jalan Raya Grobogan–Semarang di Desa Kebonagung. Penyemprotan lumpur dilakukan guna membuka kembali jalur transportasi yang sempat terganggu.


Debit Air Tinggi, Beton Hanyut


Bupati Eisti’anah mengungkapkan, kejadian ini mengulang peristiwa serupa yang terjadi sekitar setahun lalu di sisi tanggul yang berdekatan. Tingginya debit air pada musim hujan tahun ini menjadi salah satu faktor utama penyebab jebolnya tanggul.


Bahkan, derasnya arus air menyebabkan beberapa struktur beton hanyut terbawa aliran sungai.


Meski terdampak banjir, sekitar dua hektare lahan pertanian yang belum dipanen masih dapat diselamatkan. Hal tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi petani setempat.


Warga Rentan Mengungsi


Terkait kondisi warga, sebagian masyarakat kategori rentan, seperti lanjut usia, masih bertahan di lokasi pengungsian yang dipusatkan di Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).


Sementara sebagian warga lainnya memilih kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan perbaikan pascabanjir.


Selain di Kebonagung, Pemerintah Kabupaten Demak juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan lainnya, seperti Tanggul Cabean di Desa Pilangwetan serta Kali Dombo yang sebelumnya sempat mengalami limpasan air.


“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS. Mana yang bisa ditangani melalui APBD akan kami lakukan, termasuk normalisasi sungai secara masif. Untuk sungai besar seperti Kali Dombo, sudah kami anggarkan hingga tahun 2025,” ujarnya.


Pemkab Demak juga membuka kemungkinan pengusulan modifikasi cuaca apabila curah hujan masih tinggi. Namun, langkah tersebut masih dalam tahap pertimbangan mengingat wilayah Demak berada di hilir dan menghadapi kendala rob serta aliran air yang tidak dapat langsung menuju laut.


“Kami berharap semua pihak terus bersinergi. Yang paling penting adalah keselamatan dan kepentingan masyarakat Demak, karena kejadian seperti ini terus berulang dan masyarakat yang paling terdampak,” tegasnya.