Advertisement
GANE RAYA | MatalensaNews.com – Kondisi Jalan Lintas penghubung Sofifi–Weda, Halmahera Tengah (Halteng), hingga Gaimu, Kecamatan Gane Timur, Gane Luar, Gane Dalam, serta Desa Sekli, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, kembali menjadi sorotan warga. Kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun semakin dirasakan, terutama saat musim hujan, Senin (2/2/2026).
Alih-alih mengalir, air hujan justru menggenang di sejumlah titik jalan yang berlubang, membuat permukaan menjadi becek, licin, dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya pengaspalan di beberapa ruas jalan hingga saat ini.
Bagi masyarakat setempat, jalan dan jembatan berupa deker di jalur tersebut bukan sekadar akses biasa. Setiap hari, warga Gaimu, Gane Luar, Gane Dalam, Sekli, dan desa sekitar mengandalkan jalur tersebut untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga keperluan pendidikan dan kesehatan. Namun, kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan penuh risiko.
“Kalau hujan turun, jalan ini licin sekali. Airnya menggenang tinggi dan membuat jalan becek serta sulit dilintasi. Sudah lama kami keluhkan kondisi ini, bertahun-tahun,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, hingga Pemerintah Pusat, khususnya Balai Pekerjaan Umum (PU), dapat segera mempercepat pengaspalan dan pembangunan jembatan atau deker di sejumlah titik rawan, mulai dari wilayah Gaimu, Gane Timur, Gane Luar, Gane Dalam, hingga Sekli dan sekitarnya.
Mengingat sebagian ruas jalan sudah beraspal, masyarakat berharap pembangunan dapat segera dilanjutkan hingga ujung aspal di wilayah Gane Luar, Gane Dalam, Sekli, dan desa sekitarnya.
“Harapan saya, sebelum pertengahan tahun 2026 atau kalau bisa lebih cepat, jalan ini sudah selesai diaspal. Supaya masyarakat bisa nyaman melewatinya,” lanjut warga tersebut.
Warga menilai keluhan ini perlu mendapat perhatian serius, mengingat jalan lintas tersebut merupakan urat nadi mobilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah Gane. Jalan yang layak dinilai tidak hanya mempermudah aktivitas harian, tetapi juga menjamin keselamatan pengguna jalan.
Senada dengan warga, Ketua GPM Maluku Utara, Sartono Halik, turut mendesak Pemerintah Daerah Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Pemerintah Pusat, khususnya Balai PU, agar segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur jalan lintas penghubung Sofifi, tepatnya dari Desa Gaimu, Gane Luar, Gane Dalam, hingga Sekli dan sekitarnya.
Menurutnya, ruas jalan lintas sepanjang kurang lebih 40 kilometer, termasuk jembatan dan deker di beberapa titik, harus segera dibangun dan diaspal karena menjadi jalur utama aktivitas masyarakat menuju Sofifi.
“Warga setiap hari beraktivitas ke Sofifi. Jalan ini sangat vital, sehingga sudah seharusnya menjadi prioritas pembangunan,” tegas Sartono.
Tak hanya itu, GPM juga mendesak Pemda Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar secepatnya melakukan pengaspalan tahap pertama di wilayah Saketa, Balitata, dan Oha, yang hingga kini masih belum tersentuh aspal.
Pemerintah pun ditunggu untuk memberikan solusi nyata atas persoalan infrastruktur jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat tersebut.(Jak)

